Bertopi Hitam, Eks Jubir HTI Beri Orasi di Aksi Bela Tauhid

CNN Indonesia | Jumat, 02/11/2018 16:25 WIB
Bertopi Hitam, Eks Jubir HTI Beri Orasi di Aksi Bela Tauhid Eks Jubir HTI Ismail Yusanto hadir dalam aksi Bela Tauhid di Jakarta, Jumat (2/11). (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia yakni Ismail Yusanto ikut berorasi dalam aksi bela tauhid di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (2/11).

Pantauan CNNIndonesia.com, Ismail berada di atas mobil komando bersama Ketua Umum Front Pembela Islam Ahmad Shobri Lubis, Anggota Dewan Pembina FPI Muhsin Ahmad Alatas, Imam FPI DKI Jakarta Muchsin Alatas Idara, Eggy Sudjana, Novel Bamukmin, dan beberapa orang lainnya.

Ismail mengenakan pakaian putih dan topi hitam bertuliskan kalimat tauhid.

Dia nampak semringah ketika melihat massa aksi bela tauhid yang begitu banyak dan membawa seraya mengibarkan bendera tauhid hitam dan putih.


Ismail lalu diberi kesempatan untuk berorasi setelah Muhsin Ahmad Alatas. Ia menegaskan bahwa benda yang dibakar oleh anggota Barisan Serba Gunu (Banser) di Garut adalah bendera tauhid.

"Itu bukan bendera HTI. Itu bendera tauhid. Itu bukan bendera milik HTI, " ujar Ismail melalui pengeras suara di atas mobil komando.

Dia mengatakan HTI hanya memiliki lambang yang berbeda dengan bendera tauhid yang dibakar Banser di Garut . Ismail lantas menyesalkan aksi pembakaran dilakukan oleh anggota Banser. Menurutnya, itu benar-benar melukai umat Islam.

"Pembakaran itu bukan hanya membakar bendera tapi juga menodai kalimat tauhid. Menodai makna yang terkandung dalam kalimat tauhid, " kata Ismail.

Sejauh ini, massa aksi bela tauhid berkumpul di depan Patung Kuda Arjuna Wiwaha. Mereka tidak bisa menuju Istana Negara lantaran Jalan Medan Merdeka Barat menuju istana negara dipagari kawat berduri oleh kepolisian. Puluhan personel aparat keamanan juga berjaga di balik kawat berduri.

Massa kini menunggu hasil pertemuan antara perwakilannya dengan menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. Mereka menanti kabar baik seraya mendengarkan orasi dari berbagai tokoh yang bicara melalui pengeras suara di mobil komando. (bmw/sur)