Pengakuan Luhut soal Pose Satu Jari usai Diperiksa Bawaslu

fhr, CNN Indonesia | Jumat, 02/11/2018 17:05 WIB
Pengakuan Luhut soal Pose Satu Jari usai Diperiksa Bawaslu Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan membantah telah melakukan kampanye terselubung pose satu jari saat penutupan acara IMF-World Bank, Bali. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Padjaitan membantah telah melakukan kampanye terselubung terkait pose satu jari saat penutupan acara IMF-World Bank 2018, di Nusa Dua, Bali, beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Luhut usai memberikan keterangan kepada Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, di kantor Bawaslu RI, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (2/11).

"Boro-boro mau memikirkan kampanye, kami masih sibuk dengan pekerjaan di sana, yang semua itu tidak ada dalam urusan kampanye," ucap Luhut.


Luhut mengaku bersikap spontan atas tindakan mengoreksi jari Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim yang kala itu mengacungkan dua jari saat sesi foto bersama. Sehingga, saat itu Christine dan Jim menunjuk satu jari.

"Ya spontan terjadi saja. Kita bilang Indonesia nomor satu, great Indonesia. Meluapkan kegembiraan bersama Lagarde dan Kim bilang bahwa tidak terbayangkan bahwa Indonesia mampu membuat pertemuan IMF world bank ini pada tataran kelas dunia," kata Luhut.

"Indonesia itu membawa, mengangkat Indonesia pada standar yang lebih tinggi dari yang kami bayangkan. Itu saja. Jadi kami boro-boro mikirin kampanye," lanjut dia.

Luhut mengaku di dalam pertemuan dengan Komisioner Bawaslu hari ini bersama-sama melihat aturan pemilu yang berlaku. Namun, ia mengklaim tindakannya kala itu tidak termasuk sebagai sikap yang melanggar aturan tersebut.

"Ya kalau dari saya baca undang-undangnya tadi tuh tidak ada yang saya langgar. Tidak ada sama sekali. Kan saya baca undang-undangnya, tidak ada satu pun saya melanggar," kata dia.

Luhut mendatangi kantor Bawaslu RI sekitar pukul 15.15 WIB namun kedatangannya tidak diketahui awak media yang telah menunggunya sejak siang hari.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan itu keluar lobi gedung Bawaslu sekitar pukul 16.20 WIB.
Luhut Sri Mulyani dan Luhut Binsar Pandjaitan saat berfoto di acara penutupan IMF, Bali. (ANTARA FOTO/ICom/AM IMF WBG/Fikri Yusuf)

Luhut dilaporkan oleh seorang warga bernama Dahlan Pido atas dugaan kampanye terselubung saat penutupan acara IMF-World Bank 2018, di Nusa Dua, Bali pada Minggu (14/10) lalu.

Luhut kedapatan mengoreksi jari Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim yang mengacungkan dua jari ketika sesi foto bersama. Sehingga, Christine dan Jim kemudian menunjuk satu jari.

Selain Luhut, Dahlan juga melaporkan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menurut Dahlan, Sri Mulyani juga ikut berkampanye karena saat itu mengatakan "Two is for Prabowo, one is for Jokowi".

Menurut kuasa hukum Dahlan, Taufiqurrahman, penunjukkan satu atau dua jari sudah menjadi seperti identitas nomor urut calon presiden-wakil presiden.

Seperti diketahui bahwa pasangan capres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin mendapatkan nomor urut 01 pada Pilpres 2019. Sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat nomor urut 02.

"Kami datang untuk melaporkan kejadian waktu hari Minggu. Kejadian tersebut ada dugaan pelanggaran pejabat nengara, Luhut dan Sri Mulyani berkampanye. Karena menyebutkan identitas paslon Jokowi nomor 01," kata Dahlan, saat melaporkan kedua menteri tersebut di kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (18/10).





(gil)