Pemerintah Tolak Akui yang Dibakar Banser Bendera Tauhid

Antara, CNN Indonesia | Jumat, 02/11/2018 21:08 WIB
Pemerintah Tolak Akui yang Dibakar Banser Bendera Tauhid Wapres Jusuf Kalla, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut pemerintah tak akan mengakui bahwa bendera yang dibakar di Garut, Jawa Barat, oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU adalah bendera tauhid.

"Ya kan tidak perlu, Pemerintah kan tidak pernah bikin aturan seperti itu. Bahwa masing-masing menganggap itu, silakan," kata Wapres Jusuf Kalla di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jumat (2/11).

Ia mengatakan pengakuan terhadap bendera bertuliskan tauhid merupakan kepercayaan masing-masing umat Islam.


"Bahwa bendera tauhid sesuai kepercayaan, silakan. Tentu pemerintah tidak pernah menetapkan bendera ini harus begini, bendera itu harus begitu. Tidak, tidak," cetusnya.

Diketahui, kelompok massa yang menentang pembakaran bendera itu melakukan Aksi Bela Tauhid di depan Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat (2/11) usai salat Jumat. Salah satu tuntutannya adalah meminta Pemerintah mengakui bahwa bendera yang dibakar Banser NU adalah bendera tauhid.

Mereka memulai aksi itu dari Masjid Istiqlal Jakarta, untuk kemudian menuju Kemenkopolhukam. Saat hendak menujua Istana Kepresidenan di Jalan Merdeka Utara, massa tertahan oleh blokade aparat.

Aksi tersebut merupakan tindak lanjut atas insiden pembakaran bendera bertuliskan tauhid yang dibakar Banser NU di Garut pada peringatan Hari Santri Nasional, beberapa waktu lalu, karena dianggap sebagai simbol dari ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

(arh/gil)