Nyanyian 'Prabowo Gagah dan Kuat' Bergema di Aksi Bela Tauhid

CNN Indonesia | Jumat, 02/11/2018 19:03 WIB
Nyanyian 'Prabowo Gagah dan Kuat' Bergema di Aksi Bela Tauhid Selain demo soal pembakaran bendera, ada sebagian massa Aksi Bela Tauhid memanfaatkan aksi ini sebagai kampanye Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nyanyian dengan lirik mendukung Prabowo Subianto menjadi presiden bergema dalam Aksi Bela Tauhid yang berpusat di Patung Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (2/11). Adalah John yang menyanyikan lagu tersebut melalui pengeras suara dari atas mobil komando.

John mengklaim lagu itu adalah ciptaannya. Dia lantas bernyanyi meski massa tidak mengetahui lagu yang dia lantunkan. Tanpa diiringi alat musik pula.

Prabowo gagah
Prabowo kuat
Prabowo maju terus
Prabowo bela islam, bela NKRI
Hidup hanya sekali doa setiap hari
Semoga prabowo jadi presiden RI 


"Amin!" pekik massa aksi berbarengan.

John tidak lama menyanyikan lagu ciptaannya. Hanya kurang lebih 1 menit. Namun, massa begitu antusias menyimak John bernyanyi. Mereka semua diam dan mendengarkan dengan saksama.

"Semoga Prabowo jadi presiden RI," ucap John mengulangi bagian akhir lagu ciptaannya.

Massa pun kembali bereaksi.

"Amin!"

Setelah John berhenti, giliran Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif yang berorasi. Dia menceritakan bahwa perwakilan massa Aksi Bela Tauhid gagal bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Slamet mengatakan hanya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum , dan Keamanan Wiranto yang bisa menemui perwakilan massa untuk mendengarkan tuntutan.

Slamet lalu menyinggung anggota Banser yang membakar bendera bertuliskan kalimat tauhid di Garut. Menurut Slamet, mereka harus diberi hukuman yang setimpal.

"Harus ditembak dengan hukum. Tahu caranya? Nih begini nih," kata Slamet seraya mengangkat jari jempol dan telunjuknya hingga menyerupai pistol.

Massa lalu ikut melakukan apa yang ditunjukkan Slamet. Beramai-ramai mereka mengacungkan jempol dan telunjuk membentuk pistol.

"Angkat pistolnya!" Pekik Slamet.

"Pembakar bendera tauhid! Dor" lanjut Slamet.

Aksi Bela Tauhid digelar sebagai bentuk protes pembakaran bendera bertuliskan tauhid oleh Banser NU. GP Ansor menegaskan bendera yang dibakar oleh anggota Banser di Garut adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia.

Pembakar bendera telah diamankan polisi dan diproses hukum. Polda Jawa Barat yang menangani kasus telah melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Negeri Garut. Sementara dua ormas Islam terbesar di Indonesia, PBNU dan Muhammadiyah telah mengimbau anggotanya tidak turun ke jalan.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan pihaknya tidak memiliki hubungan dengan Aksi Bela Tauhid yang diinisiasi Persaudaraan Alumni 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama.

(bmw/wis)