Jokowi Blusukan Cek Harga Bahan Pokok ke Pasar Anyar

CNN Indonesia | Minggu, 04/11/2018 11:18 WIB
Presiden Joko Widodo kembali meninjau perkembangan harga bahan pokok di Pasar Anyar, Tangerang. Jokowi blusukan di Pasar Anyar. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo kembali meninjau perkembangan harga bahan pokok di pasar. Kali ini, Jokowi bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengunjungi Pasar Anyar, Tangerang.

Presiden mengunjungi beberapa penjual sambil menanyakan harga jual. Salah satunya adalah tempe.

"Berapa tempenya bu?" tanya Jokowi kepada penjual, Minggu (4/11).


"Goceng aja buat Pak Jokowi," jawab si penjual.
Satu balok tempe itu disebut bisa dipotong menjadi 15. Jokowi langsung membeli lima balok tempe.

Setelah itu, ia berjalan menembus kebecekan pasar guna mengecek satu per satu sambil membeli bahan pokok makanan seperti tahu, telur, beras, ayam, daging, dan melinjo.
Di toko beras, Jokowi juga menanyakan langsung harga jual saat ini. Penjual menyatakan harga beras dengan kondisi terbaik yang ia miliki dijual Rp12 ribu.

Usai meninjau pasar sekitar 30 menit, Presiden mengatakan harga bahan pokok di sana cenderung stabil, sesuai dengan inflasi nasional Indonesia sekitar 3,5 persen. Angka ini lebih rendah daripada tingkat inflasi beberapa tahun lalu mencapai 9 persen.
"Setelah saya cek, semua stabil. Telur malah turun dari Rp30 ribu ke Rp20ribu-Rp22 ribu. Beras ada yang Rp8 ribu-Rp9 ribu," kata mantan Wali Kota Solo ini.

Ia menyadari beberapa harga makanan seperti daging naik dari biasanya. Namun, kondisi itu cenderung stabil dan bisa dijaga.

Oleh sebab itu, ia meminta pihak-pihak tertentu tidak menyerukan kenaikan harga pangan di pasar sebab akan mempengaruhi penjualan pedagang.

"Jangan teriak di pasar naik. Bakul pedagang pasar marah enggak ada yang beli iya ndak? Malah datang ke mal dan supermarket. Jadi kalau ke pasar liat fakta yang ada harga sampaikan apa adanya," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Perbaikan Pasar

Tak hanya meninjau perkembangan harga di Pasar Anyar, ia juga mendengarkan masukan serta keluhan para penjual. Beberapa di antaranya terkait kondisi pasar yang belum mumpuni. Berdasarkan pantauan, kondisi pasar penjual sayuran dan rempah-rempah beratapkan terpal. Kondisi jalannya becek dan penuh genangan air.

Guna menuju tempat penjualan daging, pengunjung harus melewati lorong-lorong gelap.

Jokowi mengatakan kondisi itu akan diperbaiki dalam waktu dekat. Pemerintah pusat bersama pemerintah kota akan membahas hal itu lebih lanjut.
"Pasar harus rapi tertata, tidak becek dan bau, ada tempat parkir sehingga bisa bersaing dengan supermarket. Tadi sudah sepakat dengan Wali Kota tahun depan akan kami revitalisasi," tuturnya.

Menurutnya, pemerintah pusat bisa mengcover revitalisasi pasar jika tak memerlukan anggaran besar. Tetapi, pembagian dengan pemerintah kota diperlukan jika membutuhkan pendanaan besar. (chri/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK