TKN Jokowi Santai soal Rekaman Suara Rizieq Dukung Prabowo

CNN Indonesia | Minggu, 04/11/2018 22:23 WIB
TKN Jokowi Santai soal Rekaman Suara Rizieq Dukung Prabowo Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf sekaligus Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menanggapi santai pidato pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab melalui rekaman suara yang mengingatkan Prabowo Subianto terkait aksi 411 dua tahun lalu. Hasto menyebut pihaknya hanya mendukung rekam jejak aspirasi rakyat untuk Joko Widodo selama ini.

"Ya kami mendukung rekaman rakyat saja ya. Ketika rakyat bicara soal aspirasinya, hal-hal yang baik tentang pemimpin, itu yang harus kita dorong dalam Pilpres ini," jawab Hasto pendek kepada CNNIndonesia.com usai peluncuran Rumah Aspirasi Rakyat di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (4/11).

Rizieq sebelumnya mengingatkan Prabowo soal aksi 411 tahun 2016 melalui rekaman suara dalam deklarasi relawan Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi (Koppasandi) di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/11). Rizieq tak hadir secara fisik dalam deklarasi itu. Kehadirannya 'diwakili' melalui rekaman suara yang diputar melalui pengeras suara.


Dalam rekaman itu, Rizieq mengenang rekam jejak Prabowo yang dulu mendukung aksi bela Islam baik pada 411 maupun 212 pada 2016 silam. Rizieq mengajak ulama yang dulu berjuang di aksi bela Islam untuk memenangkan Prabowo-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.

Dia menyebut bahwa Prabowo adalah sosok yang dulu mendukung gerakan mereka di depan Istana Negara terkait kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Selain mengajak para habaib dan ulama mendukung Prabowo, Rizieq juga akan mendoakan dari Mekah, Arab Saudi agar Prabowo-Sandi menang di Pilpres 2019.

Sementara berdasar hasil Ijtima Ulama II, GNPF Ulama meminta Prabowo memulangkan Rizieq jika terpilih menjadi Presiden pada 2019. Satu dari sekian banyak poin hasil Ijtima Ulama II itu yang kemudian disepakati dan diteken Prabowo.

(kst/osc)