Prabowo Janji Bawa Indonesia Swasembada Pangan dan Energi

CNN Indonesia | Senin, 05/11/2018 00:24 WIB
Prabowo Janji Bawa Indonesia Swasembada Pangan dan Energi Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berjanji menjalankan swasembada pangan, energi hingga air. (Tim Prabowo Subianto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berjanji akan membawa masyarakat Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri dengan menjalankan swasembada pangan, energi hingga air.

"Saya bersaksi di sini kalau Insya Allah saya menerima amanah rakyat indonesia, saya akan bikin Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri!" kata Prabowo dalam Deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi (Koppasandi) di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Minggu (4/11).

Dalam arti lain, Prabowo mengatakan tidak akan melakukan impor baik di bidang pangan, energi hingga air.



"Kita tidak akan impor apa-apa saudara-saudara sekalian! Kita harus dan kita mampu swasembada pangan! Mampu! Kita juga harus dan mampu swasemabda energi, swasembada bahan bakar," katanya.

Dengan demikian, kata Prabowo, Indonesia tidak perlu impor minyak mentah 1,3 juta barel tiap hari. Selain itu, lanjutnya, Indonesia juga tidak perlu mengirim US$30 miliar tiap tahun ke luar negeri hanya untuk membayar bahan bakar.

Maka itu, Prabowo menjelaskan dia membentuk Koalisi Indonesia Adil Makmur agar bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat dan membawa kemakmuran.


"Kemakmuran itu sumber dari keamanan, gaji-gaji akan cukup. Kita tidak perlu impor apa-apa lagi," katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor Indonesia pada September tercatat sebesar US$14,60 miliar, atau menurun 13,18 persen dibanding bulan sebelumnya US$16,84 miliar.

Nilai impor migas menurun secara bulanan dari US$3,05 miliar menjadi US$2,28 miliar, meski ada kenaikan harga minyak dari US$69,36 per barel menjadi US$74,88 per barel.

Secara lebih rinci, seluruh golongan impor tercatat mengalami penurunan. Impor barang konsumsi secara bulanan turun 14,97 persen, impor bahan baku menurun 13,53 persen, dan impor barang modal menurun 10,45 persen.


Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia antara Januari hingga September tercatat di angka US$134,99 miliar, sedangkan impor mencapai US$138,78 miliar. Artinya, Indonesia masih tetap mencatat defisit US$3,79 miliar sepanjang tahun 2018. (swo/lav)