Jokowi Ingin Dana Desa untuk Dongkrak Kapasitas Inovasi SDM

CNN Indonesia | Senin, 05/11/2018 07:40 WIB
Jokowi Ingin Dana Desa untuk Dongkrak Kapasitas Inovasi SDM Presiden Joko Widodo kunjungan kerja di Tangerang menggunakan motor baru yang dibeli tiga minggu lalu. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo berharap dana desa tidak hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, tetapi mulai dimanfaatkan untuk pemberdayaan manusia, dan inovasi ekonomi. Hal itu disampaikan langsung dalam sosialisasi dana desa kepada sejumlah kepala desa serta pendamping desa kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

"Kami ingin dana desa tidak hanya urusan infrastruktur saja, tapi ke pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, menggeser 'grek' masuk ke pemberdayaan ekonomi dan inovasi desa," kata Jokowi, di Lapangan Progi, Pagedangan, Serpong, Minggu (4/11).

Menurut Jokowi, penggunaan dana desa bertujuan untuk menurunkan tingkat kemiskinan di desa hingga dua kali lipat dibandingkan di kota. Harapannya, sekitar 1,2 juta orang desa terhindar dari kemiskinan.



"Itu apa artinya? Artinya Pemerintah memberi perhatian sangat besar kepada desa," Jokowi menegaskan.

Dia memaparkan dana desa bisa dimaksimalkan dengan berbagai inovasi, salah satunya bekerja sama dengan pelaku industri. Dengan begitu, masyarakat desa akan terhindar dari persoalan ekonomi.

Ia mencontohkan, keluarganya pernah tinggal di desa dan kala itu seluruh warga desa menanam pepaya di waktu yang sama. Permasalahan terjadi ketika seluruh warga desa memanen pepaya, sehingga pasokan berlebih dan di saat bersamaan tak ada permintaan. Alhasil, pepaya tidak bisa terjual semua hingga membusuk, dan terbuang sia-sia. Persoalan seperti itu, kata dia, bisa diselesaikan oleh pendamping desa.


"Saya titip Pak Menteri (Eko Putro Sandjojo) bekerja sama dengan industri-industri, perusahaan-perusahaan, sehingga produksi dari desa dapat terserap," ucapnya.

Selama ini, dana desa memang difokuskan pada peningkatan infrastruktur desa. Sekitar 95 ribu kilometer jalan dan 914 jembatan dibangun di Indonesia dari dana desa. Sekitar 2.200 perahu bagi warga desa dekat laut.

Tak hanya itu, dana desa juga membantu mengurangi tingkat stunting atau kekurangan gizi anak. Dana desa diharapkan dapat mengembangkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di setiap desa. Sehingga, kualitas generasi mendatang semakin baik.


Dalam acara ini, kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, hadir 1.200 orang kepala desa, 246 petugas puskemas, 246 perwakilan dari lembaga pemberdayaan masyarakat desa Kabupaten Tangerang, 553 tenaga pendamping desa profesional dan perangkat.

Sejak 2015, pemerintah pusat selalu meningkatkan anggaran dana desa setiap tahunnya. Tahun pertama dianggarkan senilai RpRp20 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp40 triliun pada 2016. Lalu, Rp60 triliun pada 2017-2018, dan akan ditambah menjadi Rp70 triliun tahun depan. (chri/lav)