Jokowi Puji Profesionalitas Yusril

CNN Indonesia | Selasa, 06/11/2018 16:01 WIB
Jokowi Puji Profesionalitas Yusril Calon Presiden nomor urut 01, Jokowi yakin tentang Yusril Ihza Mahendra dengan segala profesionalismenya. Foto: CNN Indonesia/Christie Stefanie
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo mengaku tak meragukan profesionalitas Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukumnya. Calon petahana itu mengaku masyarakat pun sama-sama mengetahui rekam jejak dan profesionalisnya di bidang peradilan.

"Kita kan tahu profesionalitas Pak Yusril. Enggak (berseberangan). Beliau itu di mana-mana profesional," kata Jokowi di Depo MRT Lebak Bulus, Selasa (6/11).

Hal ini disampaikan menyikapi konfirmasi Yusril menjadi kuasa hukum Jokowi-Maruf. Yusril bahkan menyatakan siap memberikan perlindungan hukum kepada calon petahana bila dilanggar hak-haknya. Merespons itu, Jokowi menanggapi positif.


"Ya bagus. Alhamdulillah," kata Jokowi.



Sebelumnya, Yusril sempat beberapa kali berseberangan dengan kebijakan pemerintah. Salah satunya terkait penerbitan Perppu Ormas yang berujung pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Saat itu, Yusril menyatakan siap menyomasi pihak yang menyebut HTI Ormas terlarang.

Ia juga pernah menjadi kuasa hukum pemilik kapal asing. Hal itu akibat kebijakan pemerintah menenggelamkan kapal asing ilegal yang melaut di perairan Indonesia. Adapun terkait sejumlah rekaman kasus yang ditangani Yusril tersebut, Jokowi tak berkomentar banyak mengenai hal itu.

Sebelumnya, secara terpisah, Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin meyakini Yusril Ihza Mahendra tak lagi sejalan dengan kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ma'ruf menyebut, hal itu tersirat setelah Yusril memilih bergabung untuk menjadi pengacara pihaknya.


"Artinya dia [Yusril] berarti sudah tidak sejalan lagi dengan mereka [kelompok HTI]," kata Ma'ruf, saat ditemui di kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Selasa (6/11) pagi.

Ma'ruf mengaku bersyukur bahwa Yusril, yang juga menjabat Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu, memutuskan untuk menjadi pengacaranya dan Joko Widodo di Pilpres 2019.

Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) itu berharap bergabungnya Yusril bisa menambah kekuatan dukungan Jokowi-Ma'ruf di pilpres.

Jokowi Tak Ragukan Profesionalitas Yusril Sebagai Kuasa HukumDalam sejumlah kasus, Yusril kerap bersebrangan dengan pemerintah. Foto: CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko


Terkait posisinya sebagai pengacara HTI sekaligus pasangan Jokowi-Ma'ruf, Yusril sebelumnya mengaku tak memiliki masalah. "Tidak masalah. Dalam perkara HTI yang kami gugat adalah Menkumham, bukan Presiden RI," ujar Yusril.

Dia menyatakan siap memberikan perlindungan hukum kepada Jokowi-Ma'ruf Amin bila pasangan capres dan cawapres itu dilanggar hak-haknya. "Jika ada hak Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf yang dilanggar, beliau dihujat, dicaci dan difitnah misalnya, tentu saya akan melakukan pembelaan dan menunjukkan fakta yang sesungguhnya atau sebaliknya, agar segala sesuatunya dapat diletakkan pada proporsi yang sebenarnya," kata dia.

Yusril berkata selain memberi perlindungan hukum, dirinya juga akan memberi masukan agar pasangan Jokowi-Ma'ruf tidak salah langkah selama mengarungi kontestasi Pilpres 2019. "Menjadi lawyer haruslah memberikan masukan dan pertimbangan hukum yang benar kepada klien agar tidak salah dalam melangkah, serta melakukan pembelaan jika ada hak-haknya yang dilanggar pihak lain," ujar Yusril. (chri/ain)