Fadli Zon Jelaskan 'Setop Impor' yang Dimaksud Prabowo

CNN Indonesia | Selasa, 06/11/2018 16:22 WIB
Fadli Zon Jelaskan 'Setop Impor' yang Dimaksud Prabowo Fadli Zon menyayangkan pidato Prabowo yang tak dicerna secara utuh. Foto: CNN Indonesia/Abi Sarwanto
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai GerindraFadli Zon menyebut banyak yang tidak memahami konteks pidato Prabowo Subianto tentang janji setop impor. Wakil Ketua DPR itu menyayangkan timbulnya kesalahpahaman di masyarakat soal pernyataan Prabowo itu.

"Ini banyak dipelesetkan karena kalimat itu tidak diambil secara utuh. Yang dimaksud oleh Pak Prabowo tentu tidak semuanya," kata Fadli di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (6/11).

Fadli menjelaskan konteks Prabowo dalam janji menghentikan impor adalah komoditas pertanian atau sumber daya yang dapat diproduksi di Indonesia. Fadli mencontohkan, misalnya beras atau komoditas pertanian lain yang dapat di produksi di dalam negeri, namun hingga saat ini masih banyak impor.




"Kita bisa produksi beras kenapa harus impor. Kita bisa produksi barang-barang lain komoditas pertanian yang bisa di produksi di Indonesia ya jangan impor," katanya.

Fadli Zon Minta Pidato Prabowo 'Setop Impor' Dipahami UtuhPrabowo dan janji setop impor. Foto: CNN Indonesia/Tiara Sutari


Apalagi, kata Fadli, pemerintah saat ini cenderung melakukan impor secara masif justru di saat musim panen petani. "Itu konteks pembicaraan Pak Prabowo," kata Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini.

Fadli meminta agar janji atau kalimat yang disampaikan Prabowo dilihat secara utuh konteksnya. "Karena kalau diambil sepenggal-sepenggal kemudian di blow up orang jadi salah paham. Konteks itu menjadi penting dalam setiap pembicaraan," katanya.


Sebelumnya, di hadapan ulama dan peserta Deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi (Koppasandi), Prabowo berjanji akan membawa Indonesia berdiri di atas kaki sendiri dengan melakukan swasembada.

Dalam arti lain, Prabowo mengatakan tidak akan melakukan impor baik di bidang pangan, energi hingga air.

"Kita tidak akan impor apa-apa saudara-saudara sekalian! Kita harus dan kita mampu swasembada pangan! Mampu! Kita juga harus dan mampu swasembada energi, swasembada bahan bakar," kata Prabowo di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Minggu (4/11).

Pidato Prabowo sontak memancing reaksi dari kubu berlawanan. Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mempertanyakan janji calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang akan menghentikan impor bila terpilih menjadi presiden.

Ace berpendapat janji Prabowo tersebut tidak realistis karena menurutnya ada sejumlah barang yang memang harus diimpor karena sulit didapat di Indonesia. Gandum, misalnya.

"Pertanyaannya itu adalah apakah gandum itu tumbuh enggak di Indonesia? pasti kebutuhan gandum tersebut impor dari luar negeri," kata Ace saat dihubungi wartawan, Senin (5/11).


Berdasarkan data Asosiasi Tepung Terigu Indonesia (APTINDO) volume impor gandum Indonesia pada 2017 naik sekitar 9 persen menjadi 11,48 juta ton dari tahun sebelumnya. Nilainya meningkat 9,9 persen menjadi US$ 2,65 miliar dari tahun 2016.

Australia merupakan pemasok gandum nomor satu untuk Indonesia, berdasarkan data tahun 2016, disusul Ukraina, Kanada, amerika Serikat, Bulgaria, Moldova, Uruguay, dan Rusia.

Gandum bukanlah tanaman asli Indonesia. Kendati termasuk tanaman subtropis, namun gandum minim dibudidayakan di Indonesia. Membudidayakan tanaman gandum di Indonesia bukanlah perkara mudah.

Tanaman gandum berulangkali diuji coba ditanam di Indonesia namun, jumlahnya masih minim. Selain itu, riset tentang gandum juga masih terbatas. (swo/ain)