Wiranto Buka Pertemuan Antiterorisme Pakai Video Gempa Lombok

CNN Indonesia | Selasa, 06/11/2018 16:59 WIB
Wiranto Buka Pertemuan Antiterorisme Pakai Video Gempa Lombok Saat gempa Lombok terjadi pada Agustus lalu, Menkopolhukam Wiranto pun tengah berada di sana untuk mengikuti pertemuan multilateral. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto membuka pertemuan subregional kontra terorisme dengan menayangkan video gempa Lombok.

"Sebelum saya memulai opening remarks saya, izinkan saya mengajak hadirin sekali menyaksikan video," ucap Wiranto sebelum video diputar saat menjadi pembicara upacara pembukaan di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Selasa (6/11).

Video selama beberapa detik itu merupakan rekaman di Bandara Internasional Lombok saat gempa terjadi pada Agustus silam. Rekaman dari video pengawas (CCTV) itu memperlihatkan wajah-wajah panik saat gempa terjadi di bandara tersebut.


"Kita patut mensyukuri karena kita telah lolos dalam menghadapi musibah ini maka mari kita manfaatkan anugerah tersebut dengan cara memperkuat persahabatan dan kemanusiaan di waktu yang akan datang," ujar Wiranto sebelum mengajak seluruh hadirin untuk menundukkan kepala demi mendoakan korban.


Kegiatan pertemuan subregional kontra terorisme ini diikuti delapan negara, termasuk Indonesia sebagai tuan rumah. Perwakilan negara-negara yang hadir berasal dari Malaysia, Singapura, Australia, Vietnam, Filipina, Thailand, dan Selandia Baru. Pertemuan ini sendiri seharusnya digelar pada Agustus lalu, namun diundur akibat pada saat yang bersamaan terjadi gempa Lombok.

"Pertemuan ini merupakan gagasan kita untuk menanggapi ancaman terorisme. Terlebih lagi kita melihat peningkatan taktik dan strategi dalam serangan terorisme yang terjadi baru-baru ini," kata Wiranto.

Wiranto juga menyinggung pelibatan anak dan perempuan dalam aksi-aksi terorisme di Indonesia belakangan. Dia juga menyebut adanya paham-paham radikal di perguruan tinggi di Indonesia.

"Pertemuan ini saya pikir akan semakin relevan dalam mengatasi serangan tersebut secara tepat dan cepat. Untuk itu kita perlu merancang strategi dan taktik yang lebih komprehensif yang sudah dimulai pada pertemuan-pertemuan sebelumnya," imbuhnya.

Sebelumnya, Indonesia telah mengikuti pertemuan Manado yang membahas isu terorisme lintas batas di laut Sulawesi. Pertemuan itu disebut Wiranto telah menghasilkan beberapa kesepakatan untuk melakukan langkah bersama sub regional termasuk bekerjasama dengan kelompok masyarakat sipil.

(kst/kid)