Ditjen Imigrasi: Maria Ozawa Tak Langgar Aturan Imigrasi

CNN Indonesia | Rabu, 07/11/2018 16:44 WIB
Ditjen Imigrasi: Maria Ozawa Tak Langgar Aturan Imigrasi Mantan aktris film dewasa asal Jepang, Maria Ozawa. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Theodorus Simarmata mengatakan alasan selebritas asal Jepang, Maria Ozawa, yang diperiksa di kantor Imigrasi Denpasar, Bali akibat ada dugaan kegiatan yang tidak sesuai dengan perizinan.

Dugaan tersebut didapat melalui aduan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti pihak Imigrasi ke lokasi.

"Imigrasi Denpasar mendapatkan laporan dari masyarakat ada warga negara asing diduga melakukan kegiatan tidak sesuai perizinan. Kami turun ke lokasi dan melakukan pengecekan," ujar Theodorus saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (7/11).



Setelah dilakukan pengecekan, kata Theodorus, pihaknya tidak menemukan pelanggaran imigrasi yang dilakukan selebritas yang di Indonesia populer dengan nama panggung Miyabi tersebut. Berdasarkan pemeriksaan pihak imigrasi, sambung Theodorus, kedatangan Maria ke Denpasar bertujuan untuk menghadiri pesta ulang tahun salah satu temannya.

"Untuk menghadiri pesta ulang tahun temannya bukan untuk bisnis atau show," ujarnya.

Theodorus mengatakan sebelumnya ada laporan masyarakat yang menduga Maria Ozawa melakukan bisnis atau hal yang tidak sesuai dengan perizinan. Dugaan tersebut didapatkan berdasarkan unggahan Maria Ozawa lewat akun media sosialnya.

Maria bersama temannya Barbie Nouva diduga akan menggelar sebuah pesta di atas kapal di Benua Harbour, Bali.

Ia menegaskan tidak ditemui kesalahan apapun yang dilakuakn Maria Ozawa. Hasil yang didapatkan pihak imigrasi dari pemeriksaan tersebut adalah kedatangan Maria ke Denpasar bertujuan untuk menghadiri pesta ulang tahun temannya.

"Untuk menghadiri pesta ulang tahun temannya bukan untuk bisnis atau show," ujarnya.

Maria Ozawa sendiri membeberkan soal apa yang diterima dirinya soal pemeriksaan imigrasi. Maria mengatakan dirinya menjalani pemeriksaan imigrasi di Bali sekitar 22.00-03.00 Wita kemarin. Dia menerangkan kehadirannya di Bali adalah untuk menghadiri pesta ulang tahun sahabatnya, Barbie Nova.

"Dan, ketika pesta akan selesai, dua pria tiba-tiba datang kepada saya dan mengatakan mereka berasal dari pihak imigrasi dan ingin melihat paspor dirinya," demikian tulis Maria dalam postingan yang ia unggah dari akun instagram dirinya, @maria.ozawa, Rabu (7/11).

Maria mengatakan dirinya tak memiliki pilihan lain selain menyerahkan paspor tersebut. Selanjutnya, kata Maria, dua petugas imigrasi itu meninggalkan dirinya begitu saja tanpa berkata apapun sambil membawa paspornya.

"Kami semua panik dan mencoba menghubungi sejumlah orang, menghentikan pesta dan pergi langsung ke kantor imigrasi," kata Maria.

Di kantor imigrasi tersebut, sebut Maria, petugas mengatakan ada laporan yang menyatakan bahwa dirinya melakukan hal yang diluar izin imigrasi berada di Indonesia.

"Dan setelah pembicaraan tanpa hasil selama dua jam di kantor, mereka mencetak beberapa dokumen guna saya tanda tangan... memberikan kembali paspor saya, dan mengatakan lagi dan lagi betapa terkenalnya saya di Indonesia," tutur Maria.

"Dan, ketika saya berjalan keluar dari ruang kantor, mereka meminta saya untuk swafoto bersama mereka," sambungnya.

Maria pun kesal atas permintaan swafoto tersebut. Menurutnya ada hal yang salah. "Saya senang, saya cukup terkenal namun negara ini mesti berubah, orang-orang ini telah menghapus keberadaan para 'orang baik' di luar sana. Setop melecehkan saya setiap kali saya berkunjung ke Indonesia... Jelas sekali, saya juga butuh privasi," ujar Maria Ozawa.

(ani/kid)