Polisi Serahkan Tujuh Jenazah Korban Lion Air ke Keluarga

CNN Indonesia | Kamis, 08/11/2018 05:13 WIB
Polisi Serahkan Tujuh Jenazah Korban Lion Air ke Keluarga Serah terima peti jenazah kepihak keluarga dari korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 . (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Disaster Victim Identification (DVI) hari ini kembali mengidentifikasi sebanyak tujuh korban Lion Air kode penerbangan JT610. Komandan Tim DVI Polri Kombes Pol Lisda Cancer menyatakan di hari yang sama, polisi menyerahkan berkas itu kepada manajemen Lion Air.

"Hasil sidang rekonsiliasi pada hari ini Rabu 7 November 2017 pukul 16.00 ada tujuh penumpang yang dinyatakan teridentifikasi," kata Lisda di RS Kramart Jati, Rabu (7/11).

Diakui Lisda, penentuan korban yang teridentifikasi melalui sidang yang alot. Polri menggunakan prinsip kehati-hatian dan ketelitian untuk menentukan identitas para korban. "Artinya kami benar melakukan dengan penuh kehati-hatian dan semua ahli dilibatkan diminta pendapatnya untuk menetapkan identitas penumpang," ungkap dia.


Tim Manajemen Lion Air, Capt Dibyo Soesilo di RS Polri, Jakarta, Rabu (7/11) sementara itu meminta maaf atas kecelakaan yang menimpa Lion Air. "Kami akan bertanggung jawab sampai dengan pemakaman dan sampai ini selesai," kata Tim Manajemen Lion Air, Capt Dibyo Soesilo di RS Polri, Jakarta, Rabu (7/11).


Dalam proses penyerahan itu, Lion Air berharap agar insiden kecelakaan ini bisa menjadi pelajaran bagi banyak pihak. Lion Air berjanji akan terus melakukan perbaikan ke depannya.

"Semoga bencana ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali," ucap dia.

Ada 7 peti mati jenazah korban Lion Air yang dijejerkan malam ini di RS Polri Kramat Jati. Dua dari peti mati tersebut berukuran kecil, menandakan meninggalnya dua orang anak kecil.

Suasana duka keluarga meliputi sekitar peti mati. Para keluarga silih bergantian menangis, menatap, memegang hingga merunduk di depan peti mati.

Mereka juga terlihat berdoa di depan peti mati tersebut. Salah satu keluarga korban, Ida Riana, 48, berpesan agar manajemen Lion Air tidak mempersulit keluarga untuk mengurus surat kematian keluarganya.


Hal ini dikatakannnya lantaran ia mengaku diminta surat akte kelahiran suaminya untuk mengurus administrasi kematian di Lion Air. Padahal suaminya ialah kakek dan ayah dari korban.

"Maksud ku dari pihak Lion jangan aneh-aneh. Minta akte, waktu zaman kami lahir di dukun. Surat lahir saja tidak ada. Kami orang kampung tidak sekolah, capek rohani, jasmani, pikiran, jantungku pun capek. Jangan dipersulit," terang dia.

Ida kehilangan empat anggota keluargnya. Ida kehilangan cucunya atas nama Radhika Widjaya berumur 4 tahun dan Rafezha Widjaya berumur hampir 2 tahun. Ia juga kehilangan putri dan menantunya atas nama Risti Amalia 28, Daniel Suharja Wijaya 30.

Hingga kini baru 51 korban dari 189 manifes yang berhasil diidentifikasi polisi. Proses evakuasi dan identifikasi masih berlanjut.
(ctr/agt)