TKN Jokowi Tuding SBY Kampanye Demi Demokrat, Bukan Prabowo

CNN Indonesia | Jumat, 09/11/2018 02:38 WIB
TKN Jokowi Tuding SBY Kampanye Demi Demokrat, Bukan Prabowo TKN Jokowi-Ma'ruf Amin menuding SBY berkampanye hanya untuk Demokrat, bukan untuk capres dan cawapres Prabowo-Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga menuding gerak senyap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di masa kampanye Pilpres 2019 dilakukan demi menyelamatkan partainya sendiri.

Demokrat adalah anggota koalisi partai pendukung capres dan  cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean sebelumnya menyebut SBY memilih cara senyap untuk mengkampanyekan Prabowo-Sandi.

"Demokrat senyap untuk menyelamatkan partainya, jadi bukan untuk Pak Prabowo," ujar Arya di posko pemenangan Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (8/11).


Cara semacam itu, menurut Arya, juga dilakukan pada kontestasi Pilpres 2014. Saat itu Demokrat memilih tidak berpihak pada pasangan capres dan cawapres manapun.

"Tahun 2014 itu tidak ikut pertempuran capres. Senyap betul karena setelah itu (elektabilitas) partainya menurun," katanya.

Ia membandingkan dengan kondisi tim kampanye Jokowi-Ma'ruf yang diklaim terbuka senyap. Menurutnya, semua partai koalisi pendukung bekerja untuk kemenangan Jokowi-Ma'ruf, bukan untuk kepentingan partai masing-masing.

"Pak Jokowi itu didukung sembilan koalisi partai dan calegnya bekerja semua. Jadi tidak senyap karena semua bekerja," ucap Arya.

Ferdinand Hutahaean sebelumnya mengatakan bahwa SBY saat ini sedang rajin berkeliling ke daerah, terutama di kawasan Jawa Tengah, untuk langsung mendengar aspirasi rakyat terkait pemimpin masa depan yang paling cocok dan sesuai keinginan mereka itu.

"Kami baru keliling Jawa Tengah, sampai Jawa Barat juga sebagian kemarin. Jadi kami keliling, bukan tidak kampanye. Kami kampanye terus mengkampanyekan pileg dan pilpres," kata dia.

Kegiatan keliling daerah itu juga disebut untuk mengkampanyekan Prabowo Sandi. Namun, kampanye untuk Prabowo-Sandi itu dilakukan secara senyap.

Ferdinand meyakini cara yang ditempuh SBY itu bisa menyalip elektabilitas petahana Jokowi yang saat ini masih mengungguli Prabowo. (pris/wis)