Sandi Klaim Harga Sembako di Pasar Dekat Istana Bogor Mahal

CNN Indonesia | Kamis, 08/11/2018 20:24 WIB
Sandi Klaim Harga Sembako di Pasar Dekat Istana Bogor Mahal Sandiaga Uno kerap menjadikan pasar sebagai lokasi kampanye Pilpres 2019. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden Sandiaga Uno menyebut harga kebutuhan pokok di Pasar Anyar, Kota Bogor cukup melambung tinggi. Pasar Anyar menurut Sandi bisa ditempuh tak sampai 10 menit dengan berlari dari Istana Bogor, tempat Presiden Jokowi berkantor.

"Sebagian besar harga di pasar mahal, kayak tadi di Pasar Anyar, padahal kalau saya lari dari Pasar Anyar ke Istana Bogor tempat Pak Presiden Jokowi itu kurang dari 10 menit lari. Itu menyatakan bahwa harganya mahal. Mereka (pedagang) yang ngomong," kata Sandi ditemui di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (8/11).

Sandi mengaku telah berkeliling ke seluruh bagian pasar itu untuk memastikan harga di sana memang melambung tinggi. 


"Saya keliling tadi, bertemu beberapa pedagang, dan ini jaraknya dekat sekali dengan Istana tapi harganya tinggi," kata dia.

Sandi mengklaim Pasar Anyar menjadi pasar ke-200 yang telah dia kunjungi selama satu tahun terakhir ini. 

Dia tak menampik soal infrastruktur dan fasilitas di pasar tradisional yang sekarang sudah jauh lebih modern. Namun kata Sandi di luar itu harga-harga di pasar justru tak stabil dan tak seragam.

Kata dia, di beberapa pasar harga kebutuhan pokok memang stabil, tapi di tempat lain justru melambung tinggi, seperti di Pasar Anyar.

"Saya gak mau berdebat dengan Pak Jokowi soal harga, ya. Memang ada yang murah. Tapi saya juga tak bisa menafikan apa yang tadi disampaikan Uni Zarni ketua paguyuban pasar di Pasar Anyar," kata Sandi

"Tadi Uni bilang harga di sana enggak stabil, kadang naik kadang turun, tanya saja ke dia kalau enggak percaya," ujarnya menambahkan. 

Sandi Klaim Harga Sembako di Pasar Dekat Istana Bogor MahalPresiden Joko Widodo saat meninjau langsung perkembangan harga bahan pokok di Pasar Anyar, Tangerang. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Atas informasi itu, Sandi mengatakan persoalan pasar seharusnya tak hanya menyoal fasilitas dan infrastruktur yang diperbaiki, tetapi juga ada stabilitas dan penyamarataan harga bahan pokok di setiap pasar tradisional di seluruh Indonesia.

"Ini yang harus diperhatikan soal stabilitas harga dan juga bagaimana agar harga bisa sama rata di setiap pasar," kata Sandi.

Sandi kerap menjadikan pasar tradisional sebagai tujuan kampanyenya. Di beberapa pasar dia menyinggung soal stabilitas harga kebutuhan pokok.

Saat berkunjung ke kawasan Parung Panjang, Bogor, 31 Oktober lalu, Sandi bahkan mengklaim harga tempe yang dijual pedagang berbanding terbalik 180 derajat dengan harga yang diklaim Presiden Jokowi ketika menyambangi Pasar Surya Kencana, Bogor, sehari sebelumnya.

Jokowi saat itu menyebut harga tempe stabil. Sementara Sandi tidak merinci harga di kawasan itu. Dia hanya menyebut bahwa merujuk pengakuan pedagang, biaya listrik dan kehidupan sehari-hari juga turut dirasa semakin mahal. 

CNNIndonesia.com menggelar reportase di Pasar Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (1/11) pagi, untuk menguji klaim Sandiaga tersebut. Hasilnya, sejumlah pedagang yang ditemui menyatakan harga-harga kebutuhan pokok, termasuk tempe, masih stabil.

Nur Asih, salah satu pedagang tempe yang sudah berjualan selama tujuh tahun di pasar tersebut, saat dikunjungi mengaku menjual tempe dengan harga Rp3.000 untuk ukuran normal dan cukup tebal. Sedangkan tempe berukuran dua kali tempe normal harganya Rp6.000.

"Memangnya tempe harga Rp3.000 kemahalan, ya? Minimal memang segitu," kata Nur. (tst/wis)