Bantah Operasi Intelijen, BIN Tak Anggap Rizieq Musuh Negara

CNN Indonesia | Kamis, 08/11/2018 20:46 WIB
Bantah Operasi Intelijen, BIN Tak Anggap Rizieq Musuh Negara BIN bantah terlibat memasang bendera hitam di depan rumah Rizieq Shihab di Mekkah Arab Saudi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Intelijen Negara (BIN) membantah terlibat dalam pemasangan bendera hitam bertuliskan tauhid di rumah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) di Makkah. BIN menyatakan tuduhan hanya pandangan sepihak tanpa disertai bukti.

Sebelumnya, FPI menuding ada operasi intelijen yang memasang bendera tauhid di rumah Rizieq agar Imam Besarnya dicurigai oleh keamanan setempat.

"Tuduhan pemasangan bendera Tauhid di tembok juga tidak ada bukti bahwa yang memasang adalah BIN, apalagi memfoto kemudian lapor ke Polisi Saudi," kata Juru Bicara Kepala BIN Wawan Purwanto melalui siaran pers, Kamis malam (8/11).


"Jadi tuduhan bahwa BIN merekayasa penangkapan HRS oleh Polisi Saudi adalah hoaks," lanjutnya.


Wawan menegaskan bahwa tuduhan akun twitter @IB_HRS yang diarahkan kepada pihaknya selama ini tidak benar. Misalnya, ketika BIN dituduh memasang bendera dan mencopot kamera cctv di rumah Rizieq.

Selain itu, tudingan bahwa anggota BIN menyewa rumah yang dekat dengan kediaman Rizieq di Mekkah juga tidak benar.

"Semua hanya pandangan sepihak," ujarnya.

Wawan menjelaskan bahwa Saudi adalah negara yang berdaulat dan tidak bisa diintervensi Indonesia. Operasi intelijen juga dilarang dilakukan di negara lain.

"Mereka bisa dipersona non grata atau dideportasi atau bahkan dijatuhi hukuman sesuai dengan UU yang berlaku di negeri itu," kata Wawan.


Wawan lantas menjelaskan fungsi BIN, yakni melindungi warga negara Indonesia, termasuk Rizieq Shihab yang kini tengah di di Mekkah. Dia menampik Rizieq diposisikan oleh BIN sebagai musuh negara.

Dia menganggap itu adalah asumsi yang keliru. Wawan menegaskan tidak ada dendam politik yang ditujukan terhadap Rizieq Shihab. Wawan juga mengatakan BIN tidak pernah mempersoalkan pandangan politik warga negara Indonesia, termasuk Rizieq.

"Tidak benar jika ada anggapan bahwa Habib Rizieq Shihab adalah musuh, semua adalah anak bangsa yang masing-masing memiliki pemikiran yang demokratis yang wajib dilindungi," kata Wawan.

BIN, lanjut Wawan, justru saat ini menghendaki agar masalah yang menimpa Rizieq cepat selesai dan tuntas. Wawan mengatakan BIN tidak ingin kasus bendera tauhid di kediaman Rizieq menjadi panjang dan menimbulkan masalah baru.


Terlebih, sistem hukum dan pemerintahan Saudi berbeda dengan yang diterapkan di Indonesia. Wawan berharap masalah segera diselesaikan dan tidak ada lagi sikap tuduh-menuduh.

"BIN selalu siap membantu Habib Rizieq Shihab, sebagaimana Kedubes RI juga siap membantu jika Habib Rizieq Shihab dalam kesulitan, termasuk memberikan jaminan atas pelepasan Habib Rizieq Shihab," imbuh Wawan.

"Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan, dengan duduk bersama maka semua bisa teratasi," lanjutnya.

(bmw/DAL)