Eggi justru mengatakan kalau Presiden Indonesia ke-6 itu sering melakukan aksi politik banci di setiap langkah politik yang diambil karena tak menentukan arah dukungan dan menyebut dirinya netral.
"Saya tidak sependapat dengan SBY. Kalau mengikuti pendapat SBY, jadi banci. Enggak jelas," kata Eggi di Jakarta usai mengisi sebuah seminar, Minggu (11/11).
Eggi menyebut sikap netral yang seringkali diambil SBY saat berpolitik seperti setan bisu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Eggi, dalam berpolitik dan dalam hidup sebagai manusia tentu diperlukan identitas. Maka SBY pun menurut Eggi harusnya sudah jauh-jauh hari menunjukan arah politiknya.
Adapun jika SBY menyebut adanya politik SARA atau politik identitas, hal itu hanya soal perspektif. Yang jelas kata Eggi, yang disebut SBY memunculkan politik SARA lebih memiliki identitas yang jelas dalam menentukan pilihannya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan politik Indonesia berubah dengan peningkatan arus politik identitas.
Hal itu disampaikan SBY dalam pidato saat memberikan pembekalan calon legislator dari Partai Demokrat. Dia menuturkan perubahan politik terjadi sejak 2017.
"Saya berani mengatakan politik kita telah berubah. Makin mengemukanya politik identitas atau SARA, dan politik yang sangat dipengaruhi ideologi," katanya di Jakarta, Sabtu (10/11). (tst/sur)