Eggi Sudjana Sebut Cara Berpolitik SBY Banci

CNN Indonesia
Minggu, 11 Nov 2018 14:33 WIB
Eggi Sudjana tak sepakat dengan cara SBY yang kerap netral dalam berpolitik. Menurutnya netral itu seperti banci tak punya identitas jelas, mirip setan bisu. Gaya berpolitik SBY dinilai tak jelas oleh Eggi Sudjana. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana tak setuju dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebut soal politik SARA menguat sejak Pilgub DKI 2017. 

Eggi justru mengatakan kalau Presiden Indonesia ke-6 itu sering melakukan aksi politik banci di setiap langkah politik yang diambil karena tak menentukan arah dukungan dan menyebut dirinya netral. 

"Saya tidak sependapat dengan SBY. Kalau mengikuti pendapat SBY, jadi banci. Enggak jelas," kata Eggi di Jakarta usai mengisi sebuah seminar, Minggu (11/11).

Eggi menyebut sikap netral yang seringkali diambil SBY saat berpolitik seperti setan bisu.

"Netral itu setan bisu dalam perspektif tauhid. Dia setan, tapi bisu, tapi kan tetap setan. Ya saya gak bilang dia (SBY) setan. Ini kan soal sikap ya, kalau politik pokoknya banci bener deh," kata Eggi. 

Dikatakan Eggi, dalam berpolitik dan dalam hidup sebagai manusia tentu diperlukan identitas. Maka SBY pun menurut Eggi harusnya sudah jauh-jauh hari menunjukan arah politiknya. 

Adapun jika SBY menyebut adanya politik SARA atau politik identitas, hal itu hanya soal perspektif. Yang jelas kata Eggi, yang disebut SBY memunculkan politik SARA lebih memiliki identitas yang jelas dalam menentukan pilihannya. 

"Identitas itu perlu, tunjukan, tunjukan. (Cara berpolitik SBY) Enggak jelas. Dulu misalnya kalau 2014 SBY dukung Prabowo jelas, pasti menang. Sekarang juga enggak terlalu jelas identitasnya," kata Eggi. 

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan politik Indonesia berubah dengan peningkatan arus politik identitas.

Hal itu disampaikan SBY dalam pidato saat memberikan pembekalan calon legislator dari Partai Demokrat. Dia menuturkan perubahan politik terjadi sejak 2017.

"Saya berani mengatakan politik kita telah berubah. Makin mengemukanya politik identitas atau SARA, dan politik yang sangat dipengaruhi ideologi," katanya di Jakarta, Sabtu (10/11). (tst/sur)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER