Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Tak Curi Barang Berharga

CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 12:19 WIB
Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Tak Curi Barang Berharga Ilustrasi pembunuhan. (Istockphoto/fergregory).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolres Kota Bekasi Komisaris Besar Polisi Indarto mengatakan pihaknya tengah mengusut motif dugaan pembunuhan satu keluarga di kawasan Bojong Nangka, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/11) dini hari.

Hal ini lantaran dari hasil olah TKP di rumah kontrakan korban, tidak ditemukan barang berharga yang hilang. Barang-barang itu masih berada pada tempatnya.

"Untuk barang berharga ada beberapa yang enggak hilang misalnya kalung, dan uang, enggak hilang," ucap Indarto di Bojong Nangka, Jatirahayu, Pondok Gede, Bekasi, Selasa (13/11).


Berkaitan dengan hal itu, Indarto belum mau menyimpulkan motif pembunuhan. Dia mengatakan pihaknya akan terus mengkaji segala kemungkinan. Dengan kata lain, bukan berarti dugaan pembunuhan ini bukan dilatari motif ekonomi, meski barang berharga tidak ada yang hilang.

"Sementara ini sedang kita kaji dan sementara ini kecenderunganya bukan ekonomi. Kecenderunganya ya, tapi semua motif masih kita buka," kata Indarto.

Demi melengkapi proses penyelidikan, pihak kepolisian akan melakukan olah TKP ulang. Nantinya, anggota keluarga korban yang lain akan turut dilibatkan.

"Untuk mencari barang berharga yang enggak ada. Tapi sementara kita belum menemukan barang berharga yang hilang," Kata Indarto.

Hasil lain dari olah TKP, polisi menemukan bahwa pintu dan jendela rumah korban tidak mengalami kerusakan. Dia mengatakan tidak ditemukan bekas pencongkelan pada pintu dan jendela.

Mengenai barang bukti, polisi mengamankan sebuah gunting. Benda tersebut akan dicek lantaran berada di dekat jasad korban.

"Kita akan cek gunting itu digunakan atau memang ada di situ," ujar Indarto.

Sebelumnya, satu keluarga menjadi korban pembunuhan di kawasan Bojong Nangka, Jatirahayu, Pondok Gede, Bekasi. Adapun korban yang terdata meninggal dunia ialah Diperum Nainggolan (38), Maya Ambarita (37), Sarah Nainggolan (9), Arya Nainggolan (7).

Peristiwa diduga terjadi pada Selasa dini hari. Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Polisi Erna Ruswing mengatakan sekitar pukul 03.30 WIB seorang saksi melihat gerbang kontrakan korban sudah terbuka. Televisi di rumah korban juga terlihat menyala.

Saksi mencoba memanggil korban dari luar rumah namun tidak ada jawaban. Saksi pun meninggalkan lokasi dan kembali ke kontrakannya.

Pada pagi hari sebelum berangkat kerja sekitar pukul 06.30 WIB, saksi melihat korban belum bangun. Saksi pun curiga dan membuka jendela.

"Saksi melihat banyak korban dan sudah tergeletak serta terdapat darah. Saksi memanggil saksi lainnya untuk melihat jendela. Mereka melaporkan hal tersebut kepada Ketua RT dan Polsek Pondok Gede," Ucap Erna. (bmw/osc)