Terbiasa Kedatangan Banjir, Warga Kebon Pala Ogah Pindah

CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 17:22 WIB
Terbiasa Kedatangan Banjir, Warga Kebon Pala Ogah Pindah Ilustrasi banjir di Kebon Pala. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Kebon Pala II RT 11 RW 5 Kampung Melayu, Jakarta Timur, enggan pindah meski saban musim hujan rumahnya didatangi banjir. Mereka mengatakan sudah terbiasa, sehingga tak ada niat pindah rumah.

Kampung Kebon Pala secara geografis memang berada di bibir sungai Kali Ciliwung. Rentan disapa banjir ketika kali meluap. Nita (25) salah satu warga Kebon Pala II mengaku sudah terbiasa dengan banjir dan tidak ada keinginan untuk pindah.

Senada dengan Nita, Yanti (28) mengatakan sudah bertahun-tahun menempati rumah di dekat sungai Kali Ciliwung dan terbiasa dengan banjir. "Habisnya sudah biasa, mau kecil mau gede ya sudah betah soalnya sudah bertahun-tahun di sini tempat tinggalnya," ujar Yanti kepada CNNIndonesia.com Selasa (13/11).



Banjir yang sempat melanda RT 11 RW 5 Kebon Pala II, Kelurahan Kampung Melayu Jakarta Timur pada hari Senin (12/11), sudah surut. Pantauan CNNIndonesia.com, siang tadi, jalan menuju rumah-rumah warga sudah terlihat bersih. Masyarakat bisa beraktivitas kembali seperti biasa.

Ditanya mengenai bantuan Pemprov DKI Jakarta saat terjadi banjir, Yanti mengatakan hanya petugas dari Kelurahan Kampung Melayu yang mengontrol keadaan rumah-rumah warga pasca banjir tanpa memberikan sembako.


Warga lainnya, Elin (32) mengatakan ketika banjir tiba, bantuan berupa sembako sudah tidak ada. "Memang sudah lama tidak ada sembako kalau banjir, banjir kecil kayak gini saja sudah enggak ada. Mungkin karena kalau dikasih makan terus dikasih tempat mengungsi jadi keenakan di sini enggak mau pindah-pindah, makanya enggak dikasih sembako," ujarnya

Kelurahan Kampung Melayu memang wilayah langganan banjir. Banyak rumah-rumah warga yang berdekatan dengan bibir sungai Kali Ciliwung dan mereka tetap bertahan walaupun setiap tahun dilanda banjir. Menurut Yanti, banjir kali ini tidak sehebat 2017 lalu. Saat itu, ketinggian air mencapai loteng rumah warga. (din/ain)