Menurut juru bicara PSI Dini Shanti Purwono Perda berlandaskan agama membuat masyarakat terpecah.
"Perda agama tidak sesuai dengan semangat persatuan, membuat masyarakat terpecah, dan berpotensi mengancam persatuan nasional," ujar Dini dalam pesan singkat, Rabu (14/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PSI kelihatannya dibentuk untuk Islamophobia mendapat gelanggang, juga tidak serius duduk di Parlemen," tulis Andi di akun Twitternya, @AndiArief_, Selasa (13/11).
Dini menjelaskan sikap politik PSI tidak mendukung Perda berlandaskan agama bukan berarti menolak agama.
Ia berkata sila pertama Pancasila, yakni 'Ketuhanan Yang Maha Esa' adalah pengakuan bahwa Indonesia negara Ketuhanan, bukan dukungan terhadap agama tertentu.
"Sila pertama Pancasila adalah bentuk pengakuan terhadap Ketuhanan, bukan dukungan terhadap agama tertentu," ujarnya.
Lebih lanjut, Dini mengklaim penolakan PSI sejalan dengan pendiri bangsa yang menilai Perda Agama bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Mengingat keragaman agama yang ada di Indonesia," ujarnya.
Dini menyatakan PSI menghormati keyakinan agama. Kader PSI berasal dari latar belakang yang berbeda seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, hingga aktivis gereja.
Dengan keragaman latar belakang itu PSI berjanji akan memperjuangkan hak setiap warga agar dapat menjalankan keyakinannya di Indonesia, sebagaimana dijamin konstitusi.
(jps/wis)