PDIP Tuding Poster Raja Jokowi Upaya Gembosi Suara di Jateng

CNN Indonesia | Jumat, 16/11/2018 06:01 WIB
PDIP Tuding Poster Raja Jokowi Upaya Gembosi Suara di Jateng PDIP menyebut pemasangan dan penyebaran poster Jokowi berpakaian bak raja bertujuan menggembosi suara Jokowi di Jawa Tengah. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)
Semarang, CNN Indonesia -- Ribuan poster bergambar Presiden Jokowi mengenakan mahkota bak raja yang tersebar di Jawa Tengah ditengarai upaya menggembosi suara Jokowi-Ma'ruf Amin di provinsi tersebut pada Pilpres 2019.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendasarkan dugaan tersebut dari temuan bahwa poster itu muncul setelah Jokowi menargetkan perolehan suara di Jawa Tengah sebesar 82 persen.

Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Kusriyanto mengatakan dugaan penggembosan semakin kuat karena poster itu hanya ada dan tersebar di Jawa Tengah.
"Ya, memang dugaan kita mengarah ke situ, karena kita sudah men-declare bahwa diharapkan di Jawa Tengah ini minimal bisa 78 persen dan maksimal 82 persen. Dengan target itu, teman-teman di bawah semangat antusias sehingga pihak lawan jadi memperhitungkan," ujar Kusriyanto di Semarang, Kamis (15/11).


PDIP berang atas penyebaran poster Jokowi mengenakan mahkota raja. Poster itu dikhawatirkan berdampak negatif bagi Jokowi di Pilpres 2019.

Selain itu PDIP menduga ada 'orang besar' di balik pemasangan dan penyebaran poster tersebut. Dugaan ini berdasarkan banyaknya biaya yang dikeluarkan untuk membuat dan memasang poster.
Ketua DPP PDIP Jawa Tengah Bambang Wuriyanto melakukan penghitungan kasar biaya pembuatan dan pemasangan poster. Hasilnya, berdasarkan perhitungannya, pembuatan dan pemasangan poster yang berjumlah ribuan itu mencapai antara Rp3,5 hingga Rp4 miliar.

Saat ini PDIP lewat kader dan simpatisannya masih melakukan pembersihan atau pelucutan poster-poster itu di seluruh daerah di Jawa Tengah. Untuk poster yang sudah tertempel di kaca mobil Angkutan Umum, PDIP akan memberikan uang kompensasi sebagai ganti rugi.
"Pembersihan masih kita teruskan di DPC-DPC seluruh Jawa Tengah. Yang di angkot, kita lepas stikernya dan bilamana sopir angkot merasa dirugikan karena harus menyisihkan waktu, kita beri kompensasi ganti rugi", ujar Kusriyanto.

PDIP masih menunggu sikap kesatria pembuat poster untuk datang melakukan klarifikasi ke kantor DPD PDIP Jawa Tengah di Semarang. PDIP berjanji tidak akan melakukan kekerasan dan menjamin keamanan serta keselamatan pembuat poster. (dmr/wis)