"Saya manusia di Indonesia yang paling sering disadap. Ngapain capek-capek bawa hape," kata Mega saat membuka sekolah calon anggota legislatif tingkat DPR di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (15/11).
Merasa sering disadap, Mega bercerita beberapa kali meminjam handphone milik pembantunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini buat apa? Dia jawab 'ini buat gratis jam segini, yang ini gratis jam segini,' ya sudah kalau saya butuh telepon saya tanya ini jam berapa, mana hape mu saya mau telepon. Tidak mungkin juga disadap walau sekarang sudah canggih penyadapan," ujar Megawati.
Dengan santai Mega berkata kantor tempat Johan Budi pernah bertugas termasuk salah satu yang menyadap dirinya.
"Kalau saya gini saja ngomong sudah disadap yang di sana. Tapi biarin aja, deh," ujar Megawati.
"Itu, tempatnya Pak Johan Budi itu juga ikut nyadap," ujar Mega menambahkan disambut gelak tawa peserta yang hadir.
Mega tak menyebut secara rinci kantor yang ia maksud. Johan Budi sendiri sebelum menjadi juru bicara kepresidenan sempat berkarier lama di Komisi Pemberantasan Korupsi.
Dia memulai kariernya sebagai juru bicara KPK dari 2004 sampai 2014, kemudian menjadi Deputi Pencegahan KPK hingga pada 2015 menjabat plt pimpinan KPK.
(jps/wis)
"Itu, tempatnya Pak Johan Budi itu juga ikut nyadap," ujar Mega menambahkan disambut gelak tawa peserta yang hadir.
Dia memulai kariernya sebagai juru bicara KPK dari 2004 sampai 2014, kemudian menjadi Deputi Pencegahan KPK hingga pada 2015 menjabat plt pimpinan KPK.