'Banteng' Jateng Sapu Poster Jokowi Raja

CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 21:23 WIB
'Banteng' Jateng Sapu Poster Jokowi Raja Salah satu poster Jokowi dengan kostum raja yang terpampang di jendela bagian belakang sebuah angkutan kota di Semarang, Jawa Tengah. (CNNIndonesia/Damar Sinuko)
Semarang, CNN Indonesia -- Maraknya poster dengan foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkostum ala raja dengan mahkota di Jawa Tengah membuat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah geram.

DPD PDIP pun meminta pasukan 'banteng'-nya untuk melakukan sweeping mencopot poster yang menampilkan wajah capres nomor urut 01 itu yang diduga mencapai ribuan di seluruh Jawa Tengah.

Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto mengatakan poster yang sifatnya sebagai Alat Peraga Kampanye (APK) bukanlah produk dari PDIP ataupun Tim Kampanye Nasional (TKN), meski dalam poster tersebut mencantumkan logo PDIP dan nomor urut 3 .


"Kami sudah memastikan kalau itu bukan produk PDIP, apalagi TKN. Jadi ada pihak yang sengaja membuat dan memasangnya. Secara total di Jawa Tengah ada sekitar 85 ribu poster, rata-rata satu Desa 10 poster," kata Bambang, Rabu (14/11).


PDIP menilai gambar Jokowi dengan kostum raja itu melecehkan nama partai dan personal capres nomor urut 01 tersebut. Sebab, ikon raja merupakan tahta atau kekuasaan yang selamanya dan turun temurun. Sedangkan Jokowi adalah presiden yang dipilih melalui proses demokrasi.

"Ini APK yang sangat tidak mencerdaskan dan justru melecehkan. Kostum dan ikon raja itu kan maknanya ya jabatan raja, yang tidak dipilih oleh rakyat. Sedangkan jabatan presiden yang diemban Pak Jokowi itu kan jabatan politik, melalui proses demokrasi, rakyat yang memilih," ucap Bambang.

Di Kota Semarang, pihak DPC PDIP berhasil mencopot sedikitnya 200 lembar poster Jokowi Raja yang banyak tertempel di sejumlah tempat, tak terkecuali yang menempel di kaca-kaca angkutan umum.

"Dalam dua hari, kita kumpulkan ada 200 lembar poster. Tempatnya rata-rata di pohon, tiang listrik, dan yang liar-liar," ujar Wakil Ketua DPC PDIP Kota Semarang Supriyadi.

Sebelumnya, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin Abdul Kadir Karding menyatakan ada kegiatan yang dilakukan pihak tertentu untuk menurunkan elektabilitas Jokowi dan PDIP. Menurut dia poster tersebut seolah mengesankan Jokowi gila kekuasaan, dan ingin disembah layaknya raja.

"Saya kira ada satu kegiatan yang terencana yang tujuannya adalah menggerogoti elektabilitas Jokowi, begitu pula juga dengan PDIP," ujar Karding dalam pesan singkat, Selasa (13/11).

Karding menuturkan pemasangan poster 'Raja Jokowi' tersebut merupakan politik kotor untuk mengalahkan Jokowi di Pilpres 2019. Sebab, ia mengklaim poster tersebut dipasang tanpa sepengetahuan TKN Jokowi-Ma'ruf.

"Harus diusut siapa dalang sebenarnya. Apakah dilakukan oleh tim kampanye atau oleh tokoh-tokoh tertentu yang coba melakukan setting terhadap ini," ujar politikus PKB tersebut.

(dmr/kid)