Sindir Prabowo, Agung Laksono Sebut Jokowi Ikut Kerek Golkar

CNN Indonesia | Kamis, 15/11/2018 20:32 WIB
Sindir Prabowo, Agung Laksono Sebut Jokowi Ikut Kerek Golkar Agung Laksono menyebut sosok Jokowi memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan elektabilitas Golkar di Pemilu 2019. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menegaskan sosok calon presiden Joko Widodo turut memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan elektabilitas Golkar di Pemilu 2019 meski bukan kader partainya.

Ia menyindir pasangan Prabowo-Sandiaga yang menjanjikan peningkatan elektabilitas bagi Partai Demokrat namun belum terealisasi.

"Ya, kami berkeyakinan bahwa masing-masing [parpol pengusung Jokowi] punya efeknya, ini [Jokowi] tentu akan membawa [kenaikan elektabilitas] positif kepada partai kami," kata Agung di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta, Kamis (15/11).



Agung menjelaskan, para caleg Golkar dari tingkat pusat hingga daerah ikut berkampanye dengan cara menjual sosok Jokowi ketika bertemu masyarakat.

Melalui cara itu, ia meyakini citra Jokowi memberikan kontribusi positif bagi kenaikan popularitas dan elektabilitas Golkar di Pemilu 2019.

"Ya, wajar kalau kemudian [Jokowi] memberi dampak kepada caleg-caleg kami. Karena Jokowi sendiri pun memiliki popularitas tinggi, elektabilitas tinggi sekitar 58-60 persen," kata dia.

Lebih lanjut, Agung menjelaskan kontestasi Pemilu 2019 yang digelar secara langsung kini, nama besar parpol tak terlalu signifikan untuk meraih suara masyarakat.

Sindir Prabowo, Agung Laksono Sebut Jokowi Ikut Kerek GolkarPresiden Joko Widodo meneriakkan yel-yel ketika menyampaikan sambutan pada HUT Ke-54 Partai Golkar. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Ia mengatakan nama besar dan faktor ketokohan masing-masing caleg sangat menentukan untuk menggaet massa.

"Jadi bukan pemilu atas dasar institusi saja, hal ini partai, tapi pada orang-orangnya," kata dia.

Agung menjelaskan kondisi saat ini jauh berbeda dengan masa Orde Baru. Saat itu nama besar parpol menjadi penentu untuk mendapatkan suara terbanyak dari masyarakat.


Oleh karenanya, ia meminta agar para kader Golkar dapat menjaga sikap dan tak melanggar hukum saat kampanye berlangsung.

"Jadi perilakunya harus dijaga, hindari tindakan koruptif hindari tindakan melanggar hukum saya kira akan membuat nama partai itu akan baik," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengungkapkan Prabowo-Sandiaga pernah menjanjikan elektabilitas kepada para parpol pengusungnya.

Namun, janji itu belum terealisasi dan keuntungan masih ada di kubu Partai Gerindra.

"Dari angka tersebut, Gerindra 25 persen, Demokrat 15 persen, PAN 8-10 persen, dan PKS 7-10 persen," ujar Andi Andi saat dihubungi CNNIndonesia.com.

(rzr/pmg)