Mukernas, PPP Humphrey Buka Peluang Islah dengan Kubu Romi

CNN Indonesia | Kamis, 15/11/2018 16:58 WIB
Mukernas, PPP Humphrey Buka Peluang Islah dengan Kubu Romi PPP pimpinan Humphrey Djemat menggelar Mukernas di Jakarta. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III yang digelar di Kantor DPP PPP di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/11).

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, Mukernas itu turut dihadiri Pelaksana Tugas (plt) Ketua Umum PPP Humphrey Djemat, Sekjen PPP Sudarto, dan petinggi PPP versi muktamar Jakarta lainnya.

Humphrey sendiri mengatakan terdapat tiga agenda utama Mukernas yang digelar hingga tanggal 16 November esok.


Agenda pertama, kata dia, Mukernas ini akan membahas terkait konflik dan dualisme internal yang sudah empat tahun berakar dalam partai berlambang Ka'bah tersebut.

Diketahui, PPP terpecah dalam dua kubu. Yakni, kubu Romahurmuziy yang merupakan hasil Muktamar Bekasi dan kubu Djan Faridz, hasil Muktamar Jakarta.

"Saya sudah keliling ke pendiri PPP, PBNU, senior, Persis, Permusi, mereka bilang PPP terus ada konflik, sudah 4 tahun, ini mesti diselesaikan dengan cara islah, tentu harus kita lanjutkan lagi," kata dia.

Melihat hal itu, Humphrey mengatakan pihaknya membuka peluang untuk islah dengan PPP kubu Romahurmuziy agar PPP meraih suara signifikan di Pemilu 2019.

Sebab, kata dia, berbagai lembaga survei menyatakan PPP terancam tak lolos ambang batas parlemen sebesar 4 persen untuk menempatkan wakilnya di parlemen untuk periode 2019-2024.

"Tujuan kita adalah jngin menyatukan PPP berkaitan dengan Pemilu 2019, karena memang cukup menghawatirkan PPP tak lolos. Apabila PPP menyatu, ini membawa dapak positif dan dapat juga simpatik dari konstituen lama dan umat," kata dia.

Diketahui, KPU sendiri tak mengakui PPP kubu Muktamar Jakarta yang kini dipimpin Humprey sebagai kepengurusan yang sah sehingga tak bisa ikut sebagai peserta Pemilu Legislatif 2019. 

Kepengurusan yang diakui KPU, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM No. M.HH-06.AH.11.01 Tahun 2016, adalah PPP kepengurusan dengan Ketua Umum Romahurmuziy dan Sekretaris Jenderal Arsul Sani.

Humphrey menyatakan agenda Mukernas III ini untuk mengukuhkan dirinya yang telah menjabat sebagai plt Ketua Umum PPP sebagai Ketua Umum PPP yang definitif.

"Tentu mengukuhkan plt Ketua Umum menjadi Ketua Umum sampai muktamar selanjutnya sampai 2019, masa sisa dari ketua umum Djan Farid," kata Humphrey.

Agenda terakhir, lanjut Humphrey terkait dukungan PPP Muktamar Jakarta terhadap calon presiden di Pilpres 2019. 

Ia menegaskan pihaknya akan menjaring aspirasi dari pengurus PPP di daerah-daerah guna memutuskan kandidat capres-cawapres mana yang bakal didukungnya di Pilpres 2019.

"Mukernas ini memberikan keputusan yang jelas, kan kita mau denger juga dari daerah-daerah. Nah dari sana kita melihat aspirasi dari daerah itu mewakili umat, menentukan sikap kita bagaimana arah kita di Pilpres," kata dia. (rzr/sur)