PKS Sebut Ulur Pemilihan Cawagub DKI Akan Rugikan Gerindra

CNN Indonesia | Jumat, 16/11/2018 20:32 WIB
PKS Sebut Ulur Pemilihan Cawagub DKI Akan Rugikan Gerindra Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurahman Suhaimi (batik coklat), Ketua DPW PKS DKI Jakarta Shakir Purnomo (batik biru), dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI yang juga kandidat wagub DKI Agung Yulianto (kemeja biru) di Jakarta Pusat pada 25 September 2018. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurahman Suhaimi mengatakan ulur-ulur waktu proses pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta bisa berpotensi merugikan Gerindra.

"Semakin ada kesan itu dipersulit dan diulur-ulur itu dampaknya semakin (negatif) ya pada Gerindra," kata Suhaimi saat dihubungi, Jumat (16/11).


Selain itu, Suhaimi mengatakan tarik ulur itu pun bisa berdampak pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra DKI Mohamad Taufik.


"Semakin diulur-ulur kita khawatir masyarakat tak percaya pada pak Taufik," ujarnya.

Kesan tarik ulur Gerindra dalam proses pemilihan wagub tersebut salah satunya terlihat dari keinginan Gerindra untuk menambah jumlah calon wagub yang mengikuti uji kelayakan dan uji kepatutan (fit and proper test).

Padahal, kata Suhaimi, sejak awal PKS telah menunjuk dua orang untuk menjadi cawagub yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.


Suhaimi pun mengungkapkan sebenarnya tak ada kesepakatan antar kedua partai soal penambahan calon. Hal yang telah disepakati kedua partai, kata dia, hanya soal penyerahan kursi wagub pada PKS serta proses uji kelayakan dan kepatutan.

"Bukan kesepakatan kan, kata-kata (penambahan jumlah calon) itu ada tapi enggak ada, kita setujuin permintaan itu," ujarnya.

Suhaimi menambahkan, dalam pertemuan tim fit and proper test kedua partai, PKS masih akan melakukan koordinasi soal permintaan penambahan calon tersebut.

"Harus (dibicarakan lagi)," katanya.

Sebelumnya, Ketua DPD Gerindra DKI Mohamad Taufik meminta PKS untuk menambah jumlah calon wagub dalam proses fit and proper test.

Untuk proses fit and proper test memang telah disetujui bersama oleh Gerindra dan PKS dalam proses memilih calon pengganti Sandiaga Uno untuk duduk di kursi DKI 2. Untuk calonnya, kedua partai juga telah bersepakat jika nama calon wagub diserahkan kepada PKS.

(dis/kid)