SBY Minta Gerindra Introspeksi soal Capres dan Tak 'Sembrono'

CNN Indonesia | Kamis, 15/11/2018 22:08 WIB
SBY Minta Gerindra Introspeksi soal Capres dan Tak 'Sembrono' Ketum Demokrat SBY 'panas' dengan tuntutan Gerindra untuk Prabowo-Sandiaga di pilpres 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai penyataan Sekjen Partai Gerindra yang menagih janji kampanye untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di pemilihan presiden (pilpres) 2019 tidak baik karena terus digoreng.

"Daripada menuding & menyalahkan pihak lain, lebih baik mawas diri. Mengeluarkan pernyataan politik yg 'sembrono', justru merugikan," kicau @SBYudhoyono, Kamis (15/11).

SBY menegaskan pernah dua kali menjadi capres. Namun, ia tak pernah menyalahkan dan memaksa Ketua Umum partai-partai pendukungnya untuk kampanyekan SBY di pilpres.




Presiden ke-6 RI itu kemudian menyindir bahwa dalam perhelatan pilpres, yang paling menentukan adalah capresnya. Capres, kata SBY, adalah 'super star'.

"Capres mesti miliki narasi & gaya kampanye yang tepat," ungkap SBY.

SBY kemudian mengingatkan saat ini yang rakyat ingin dengar dari capresnya adalah solusi, kebijakan, dan program yang akan dijalankan untuk Indonesia lima tahun ke depan.

"Kalau "jabaran visi-misi" itu tak muncul, bukan hanya rakyat yang bingung, para pendukung pun juga demikian. Sebaiknya semua introspeksi," sindir SBY.


Lebih lanjut, SBY menekankan tak ada satu pun partai politik yang tak punya capres dalam pemilu serentak ini yang tak mengutamakan partainya.

"Kalau Partai Demokrat yang terus diributin, para kader Demokrat tak perlu gusar & kecil hati. Go on. Kita tak pernah ganggu partai lain," tegas SBY.

Sebelumnya, Gerindra menagih janji SBY yang bakal mengampanyekan pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Pak SBY juga berjanji akan melakukan kampanye untuk Prabowo dan Sandi, walaupun sampai sekarang belum terjadi," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (13/11).



Begitu pula terkait janji serupa dari Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sampai saat ini, kata Muzani, kampanye bersama AHY disebut masih belum bisa terwujud.

"Sudah beberapa kali janjian tapi kemudian belum pas. Pada waktu yang ditentukan, kemudian ternyata AHY ada jadwal lain," ujarnya. 

Meski demikian, Muzani mengatakan Demokrat masih bisa diharapkan untuk ikut terlibat dalam pemenangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019. Namun, menurut dia, sikap Demokrat yang lebih fokus ke pileg merupakan persoalan internal partai tersebut.


"Kami tidak maksa-maksa lah, kalau mau berjuang memenangkan Prabowo-Sandi ya mari bersama-sama, tapi kalau kemudian cara memenangkannya mereka ada cara sendiri, ya mudah-mudahan berhasil," ujar dia.

Selain itu, Muzani juga yakin Demokrat tidak ingkar terhadap komitmen yang dibangun sejak awal untuk berkoalisi mengusung Prabowo-Sandi.

"Saya kira Demokrat tidak ingkar. Demokrat saya kira baik-baik saja. Demokrat saya kira berusaha komitmen. Tapi komitmen kan masalahnya tak gampang," kata dia.

(DAL/DAL)