Erick Thohir Siap Mundur Bila Jokowi jadi 'Raja'

CNN Indonesia | Sabtu, 17/11/2018 22:54 WIB
Erick Thohir Siap Mundur Bila Jokowi jadi 'Raja' Erick Thohir dan Presiden Joko Widodo, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/9). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja Erick Thohir mengaku siap menjadi orang pertama yang mundur dari tim pemenangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 1 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin jika Jokowi menjadi 'Rrja' atau presiden seumur hidup.

Hal ini ia katakan saat dimintai komentar soal poster 'Raja Jokowi' yang beberapa waktu lalu sempat tersebar di masyarakat.

"Kalau misalnya Presiden Jokowi jadi presiden seumur hidup atau 'Raja', mungkin saya orang pertama yang mundur daripada tim kampanye, karena saya percaya pada demokrasi," ucap Erick di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11).



Menurutnya, sebuah kemunduran jika sistem pemerintahan di Indonesia tak lagi menganut asas demokrasi.

"Yang kami mau itu demokrasi terbuka, contoh Presiden Indonesia hari ini, apakah dari elite? Tidak, di luar elite yang ada di Indonesia. Itu saya rasa bagus," katanya.

Kendati begitu, sekalipun saat ini sistem pemerintahan di Indonesia telah menganut sistem demokrasi, namun negara tetap perlu meningkatkan sistem yang berlaku.

"Kami tidak mau demokrasi kebablasan. Karena kalau demokrasi kebablasan, yang kasihan itu rakyat," ungkapnya.

Di sisi lain, kata Erick, sejatinya tudingan 'Raja Jokowi' tidak tepat dilontarkan oleh pihak mana pun saat ini karena sistem pemerintahan di Indonesia saat ini berdasarkan pada nilai demokrasi.

"Saya rasa sistem dari negara itu demokrasi. Pemilihan Presiden itu dibatasi dua kali, jadi saya agak bingung kalau tiba-tiba jadi 'Raja'," jelasnya.

Sebelumnya, Fadli Zon sempat melemparkan cuitan di akun Twitter pribadinya terkait poster 'Raja Jokowi'.

"Apakah ada yang ingin RI menjadi 'kerajaan' sehingga harus membuat poster 'Raja'? Tentu ini bertentangan dengan konstitusi kita ya? Apalagi ini tidak ada nasab/trah keturunan 'Raja'. Inilah bahayanya 'Petruk jadi Raja' #petrukjadiraja," tulis Fadli melalui akun twitternya.

(uli/ain)