PDIP Kritik Titiek Soeharto yang Ingin Kembali ke Orde Baru

CNN Indonesia | Sabtu, 17/11/2018 19:53 WIB
PDIP Kritik Titiek Soeharto yang Ingin Kembali ke Orde Baru Wakil Sekretaris Jenderal Ahmad Basarah (kanan) mengkritik Titiek Soeharto yang ingin kembali ke era Orde Baru. (CNNIndonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah menghormati pernyataan politikus Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto yang menginginkan Indonesia kembali pada era Orde Baru seperti di bawah kepemimpinan Soeharto.

Menurutnya, itu merupakan salah satu platform perjuangan Partai Berkarya. Meski demikian, dia mengingatkan semangat era reformasi yang kini berjalan.

"Era reformasi lahir dan berjalan sampai sekarang sebagai antitesa dari kritik terhadap penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan di bawah Pak Harto selama 32 tahun yang menjalankan prinsip-prinsip kekuasaan secara otoritarian," kata Basarah di Museum Nasional, Jakarta, Sabtu (17/11).



Menurut Basarah, keinginan kembali ke era Orde Baru dapat diindikasikan ingin mewujudkan kembali kepemimpinan otoritarian di zaman Soeharto.

"Itu bertentangan dengan semangat reformasi yang kita bangun saat ini," ujarnya.

Di samping itu, Basarah mengatakan banyak hal yang menjadi pertanyaan bagi bangsa Indonesia saat ini terkait kepemimpinan Soeharto. "Karena Pak Harto mengakhiri jabatannya tidak secara istikamah kalau secara Islamnya," ujarnya.

Alasannya, kata Basarah, adalah keluarnya Tap MPR Nomor 11 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).


Bunyi Tap MPR itu, lanjutnya, juga memuat tentang mengadili para pejabat negara yang diduga melakukan tindak pidana korupsi termasuk mantan Presiden Soeharto.

"Jadi secara yuridis ketatanegaraan status Pak Harto ini adalah tersangka korupsi," kata Basarah.

Basarah mengatakan semangat menghadirkan kembali era Orde Baru perlu dipertimbangkan ulang. Karena, saat ini adalah era pemberantasan korupsi.

"Tetapi secara politik kita menghormati keputusan Partai Berkarya jika ingin menjadikan tujuan perjuangannya mengimplementasikan kembali apa yang menjadi pola cara kepemimpinan Pak Hatto waktu itu," ujar dia.


Dalam akun Twitter pribadinya, putri Presiden kedua RI, mendiang Soeharto, itu melontarkan kalimat yang menyinggung Orde Baru, era kepemimpinan ayahnya.

"Sudah cukup... Sudah saatnya Indonesia kembali seperti waktu era kepemimpinan Bapak Soeharto yang sukses dengan swasembada pangan, mendapatkan penghargaan internasional dan dikenal dunia," demikian kicauan Titiek lewat akun media sosial Twitter @TitiekSoeharto yang diunggah pada Rabu, 14 November 2018.

Kicauan Titiek itu memicu beragam reaksi. Ada yang mendukungnya, ada pula yang mempertanyakannya bahkan mencemooh. (swo/pmg)