Linggis Perenggut Nyawa Satu Keluarga di Bekasi Tak Ditemukan

CNN Indonesia | Sabtu, 17/11/2018 21:16 WIB
Linggis Perenggut Nyawa Satu Keluarga di Bekasi Tak Ditemukan Polda Metro Jaya menerjunkan sejumlah penyelam untuk mencari barang bukti linggis di sungai Kalimalang. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya tidak menemukan linggis yang dipakai oleh Haris Simamora, tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat. Polisi telah menyelami aliran Sungai Kalimalang yang berlokasi di Jalan Pasar Tegaldanas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Sabtu (17/11) selama sekitar 90 menit sejak pukul 14.00 WIB.

Kepala Urusan Perencanaan Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya Inspektur Satu Ketut Suastika mengatakan pihaknya tidak bisa menyelam di dasar sungai dalam waktu yang lama karena arus yang deras.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga terkendala dengan lokasi pencarian yang terlalu dekat dengan pintu air.



"Kami terbentur dengan pintu air, jadi terlalu dekat dengan pintu air, sehingga kami tidak bisa bertahan lama di bawah karena kekuatan kami hanya untuk menahan posisi badan di dasar," kata Ketut di lokasi, Sabtu (17/11).

Dia juga menyatakan ketebalan lumpur di dasar sungai ikut menghambat penyelam melakukan pencarian linggis. Ketut berkata, pihaknya mengutamakan keselamatan penyelam dalam proses pencarian ini meskipun telah biasa menyelam di kedalaman 30 sampai 40 meter.

"Lumpur dan pintu air terlalu rapat jadi kami jaga keselamatan anggota jangan sampai nanti di bawah terbentur pintu air," ucapnya.


Haris menghabisi korban Diperum Nainggolan (38) dan Maya Ambarita (37) menggunakan linggis yang didapat di rumah korban. Lalu kedua anak korban, Sarah Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7) dibunuh dengan cekikan di leher.

Berdasarkan penyidikan, Haris melakukan pembunuhan karena dendam dengan korban. Ia sering dimarahi oleh korban yang merupakan keluarganya.

"Pelaku sakit hati karena korban sekarang mengelola kos-kosan. Beberapa waktu lalu pelaku yang mengurus kos-kosan ini," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/11).

"Pelaku juga sering dimarahi, dibilang tidak berguna dan sebagainya," ucap dia.
(mts/pmg)