Polisi Gelar Prarekonstruksi Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi

CNN Indonesia | Senin, 19/11/2018 13:40 WIB
Polisi Gelar Prarekonstruksi Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi Haris Simamora, tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi dihadirkan pihak polisi saat pencarian linggis di Kalimalang, Cikarang, Kabupaten Bekasi, 17 November 2018. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya menggelar prarekonstruksi pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Prarekonstruksi digelar untuk melihat peran yang dilakukan tersangka Haris Simamora (23) dalam peristiwa itu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pra rekonstruksi akan digelar di Polda Metro Jaya hari ini. Dua hari setelahnya, polisi akan menggelar rekonstruksi di lokasi kejadian yang rencananya berlangsung pada Rabu (21/11).

"Ini baru prarekonstruksi, artinya bahwa nanti dari penyidik akan membuat beberapa adegan berkaitan daripada si pelaku ini dan beberapa dari saksi. Setelah kita sudah melihat bagaimana peran dia dalam melakukan pembunuhan, setelah selesai semua dilaksanakan, baru nanti kita ke lokasi sebenarnya," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (19/11).



Polisi Gelar Prarekonstruksi Pembunuhan Sekeluarga di BekasiArgo Yuwono. (CNN Indonesia/Fajrian)
Argo belum dapat memastikan apakah dalam prarekonstruksi tersebut akan menghadirkan Haris atau tidak. Hingga kini, barang bukti berupa linggis yang digunakan Haris untuk membunuh pun belum ditemukan.

Upaya pencarian di aliran sungai Kalimalang, dekat pintu air, titik yang disebutkan tempat pembuangan 'linggis maut' oleh Haris pada Sabtu (17/11). Namun, operasi pencarian itu nihil hasil.

Argo mengatakan jika linggis tersebut tidak ditemukan, pihaknya dapat membuat berita acara soal barang bukti tersebut.

"Kita ada aturan bisa misalnya memang susah atau tidak mendapatkan, bisa saja aturan untuk kita mencari dengan berita acara barang buktinya," tuturnya.

Sementara itu, Argo mengatakan kondisi kejiwaan Haris juga terbilang stabil. Dia pun dapat menjawab pertanyaan penyidik dengan runut.

"Kita tanya, dia jawab juga sesuai dengan pertanyaan penyidik. Jadi sudah sesuai dengan pertanyaan penyidik, dia runtut juga jawabnya," ucapnya.

Sebelumnya, satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri yakni Diperum Nainggolan, Maya Boru Ambarita, serta dua anaknya, Sarah Boru Nainggolan, dan Arya Nainggolan ditemukan meninggal dunia akibat pembunuhan.

Para korban tergeletak di rumahnya Jalan Bojong Nangka RT 2 RW 7 Pondok Melati Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/11) pagi.

Berdasar penyidikan, polisi menangkap kerabat korban, Haris Simamora yang diduga sebagai pelaku saat akan melarikan diri di kaki Gunung Guntur Garut Jawa Barat pada Rabu (14/11).

Haris diduga menghabisi nyawa korban lantaran dendam dan sakit hati karena korban kerap menghina, serta mencaci.

(gst/kid)