Peringati Maulid Nabi, MUI Tekankan Toleransi

CNN Indonesia | Senin, 19/11/2018 23:59 WIB
Peringati Maulid Nabi, MUI Tekankan Toleransi Ilustrasi (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi mengajak umat Islam agar mengutamakan sikap toleransi dalam beragama. Menurutnya, hal itu perlu diterapkan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini.

"MUI mengajak seluruh umat beragama untuk mengembangkan hidup damai, penuh harmoni dan toleransi (tasamuh) antarumat beragama," tutur Zainul melalui siaran pers, Senin (19/11).

Menurut Zainul, hal itu merupakan wujud aktualisasi yang sejalan dengan visi Islam rahmatan li al-'alamin. Demi merealisasikannya, umat Islam perlu menerapkan sikap santun, rukun, toleran, saling menghormati, dan menerima perbedaan keyakinan.


Zainut juga mengajak umat lslam agar bersikap adil dalam menjalankan ajaran agama. Umat Islam tidak boleh terjebak dalam pertentangan dan perselisihan sempit (furuiyyat) yang dapat merusak tali silaturahmi antarumat Islam.

"Hal tersebut sesuai dengan misi Nabi Muhammad SAW yang ingin mewujudkan persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyyah) dan persatuan umat (wihdatul ummah) sebagaimana yang dilakukan Nabi ketika menyatukan dan mempersaudarakan kaum muhajirin dan anshor saat membangun kota Madinah," tambahnya.

Umat Islam Indonesia, kata Zainut, mesti meneladani sikap-sikap Nabi Muhammad. Misalnya dengan meningkatkan ketaqwaan dan beramal saleh serta berbuat kebajikan.

Umat Islam Indonesia juga harus mewarisi semangat dan misi kenabian, yakni semangat pembebasan dari penindasan, kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Menurut Zainul, hal itu merupakan misi Nabi Muhammad, yakni membela kaum yang lemah dan tertindas. 

Zainut juga mengajak semua komponen bangsa untuk menjaga dan merawat NKRI. Dia mengatakan kemerdekaan Indonesia diraih dengan perjuangan dan pengorbanan baik jiwa dan raga seluruh rakyat Indonesia.

Kemerdekaan itu juga merupakan perjanjian yang mengikat seluruh komponen bangsa untuk hidup bersama secara damai, rukun dan harmonis. Karenanya, harus terus dijaga dan dipertahankan oleh seluruh bangsa Indonesia.

"Dengan demikian, momentum Maulid Nabi SAW hendaknya dimaknai dalam rangka peneguhan sikap dan aktualisasi nilai-nilai perdamaian, apresiasi terhadap kebhinnekaan, dan penghormatan terhadap nilai demokrasi, hukum dan HAM, " ujar Zainut. (bmw/eks)