MUI: Maulid Nabi Momentum Merawat Persatuan

Antara, CNN Indonesia | Selasa, 20/11/2018 22:24 WIB
MUI: Maulid Nabi Momentum Merawat Persatuan MUI mengimbau umat menjadikan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW jadi momentum merawat toleransi dan keberagaman. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam memaknai Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menebarkan semangat toleransi antarumat beragama. Wakil Ketua MUI, Zainut Tauhid mengatakan umat Islam perlu membangun suasana kehidupan yang damai, harmonis, dan toleran.

"Hal itu merupakan spirit aktualisasi dari visi Islam rahmatan lil alamin," kata Zainut, Selasa (20/11).

Menurutnya, spirit toleransi itu harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku keberagamaan yang santun, rukun, toleran, saling menghormati dan menerima perbedaan keyakinan.




MUI, kata dia, juga mengajak seluruh umat Islam menjadikan perayaan Maulid Nabi tahun ini sebagai kesempatan meningkatkan ketakwaan dengan berbuat kebajikan dan beramal saleh.

Selain itu, MUI berharap agar umat Islam juga dapat mewarisi semangat pembebasan dari berbagai bentuk ketertindasan, baik itu kemiskinan, kebodohan maupun keterbelakangan.

"Karena hakikat dari misi risalah Nabi Muhammad SAW adalah melakukan pembelaan terhadap kaum lemah dan tertindas, dengan berempati merasakan berat penderitaan mereka, memberikan rasa aman dan sentosa, serta memberikan rasa belas kasih terhadap sesama umat manusia," katanya.



Peringatan Maulid Nabi tahun ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh umat Islam untuk mengembangkan hidup damai dan harmonis di kalangan umat Islam. Ini penting, kata Zainut, sehingga umat tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan yang dapat merusak silaturahmi antarumat Islam.

MUI juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat kesatuan bangsa dengan menjaga perdamaian dan kerukunan di antara masyarakat, mengingat kemerdekaan bangsa Indonesia diraih dengan perjuangan dan pengorbanan seluruh rakyat.

"Dengan demikian, momentum Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya dimaknai dalam rangka peneguhan sikap dan aktualisasi nilai-nilai perdamaian, apresiasi terhadap kebhinnekaan dan penghormatan terhadap nilai demokrasi, hukum dan HAM," ujar Zainut. (ain)