Direksi Tegaskan Dufi Korban Pembunuhan Bukan Wartawan tvMu

CNN Indonesia | Selasa, 20/11/2018 18:02 WIB
Direksi Tegaskan Dufi Korban Pembunuhan Bukan Wartawan tvMu Ilustrasi Pembunuhan. (Istockphoto/aradaphotography)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direksi TV Muhammadiyah (tvMu) menyatakan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, korban pembunuhan di Bogor berstatus sebagai tenaga lepas (freelance) di tvMu, dan bukan wartawan tvMu.

"Dufi adalah tenaga freelance sales marketing di tvMu. almarhum sudah menjadi freelance sales marketing di tvMu lebih dari setahun," demikian siaran pers Direksi tvMu yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (20/11).

Menurut siaran pers tersebut, Dufi merupakan sosok yang luar biasa, pekerja keras, soleh, dan sangat bertanggung jawab.


"Selama lebih dari satu tahun menjadi freelance sales marketing, almarhum tak pernah punya musuh baik di tvMu maupun lingkungan Muhammadiyah," tulis Direksi tvMu.

Direksi tvMu juga memegaskan bahwa manajemen tidak pernah ditugaskan untuk meliput berita karena tugas dan tanggung jawab Dufi sebagai sales marketing.

"Jadi beliau bukan wartawan tvMu," demikian pernyataan tvMu.

Berdasarkan informasi, Dufi yang merupakan kelahiran 1975 itu pernah berkarier sebagai wartawan di Rakyat Merdeka dan Berita Satu.

Tubuh dufi ditemukan tidak bernyawa di kawasan industri Kembang Kuning, Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (18/11). Bercak darah mengotori baju putih yang ia kenakan. Dufi, sapaannya, diduga telah menjadi korban pembunuhan.

Luka di sekujur tubuh Dufi, ditengarai menjadi salah satu penyebab Dufi meninggal dunia.

Kepolisian dari Polda Jabar dan Polres Bogor sudah membentuk tim untuk menyelidiki kasus ini. Polisi masih mengidentifikasi apakah pembunuhan dilakukan berencana atau memang dalam keadaan spontan.

Direksi juga mengatakan redaksi tvMu tidak pernah menugaskan wartawan tvMu untuk menginvestigasi mobil Esemka, termasuk almarhum Dufi.

Direksi tvMu juga telah bertemu langsung dengan pihak keluarga besar almarhum di Semper Cilincing, Jakarta Utara, Senin (19/11) dan juga istri Dufi di rumah duka di Serpong.


"Keluarga menyampaikan bahwa mereka sudah mengikhlaskan dengan kejadian ini dan menyerahkan penyelidikan ke polisi.

"Pihak keluarga minta agar peristiwa ini segera diusut sampai tuntas.
(ugo/ugo)