Tetangga Sebut Korban Pembunuhan Mampang Sempat Cekcok

CNN Indonesia | Selasa, 20/11/2018 21:17 WIB
Tetangga Sebut Korban Pembunuhan Mampang Sempat Cekcok Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/fergregory)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korban pembunuhan di Mampang Prapatan, CIP, disebut menerima dua tamu sebelum kejadian nahas yang menimpanya. Mereka dikabarkan sempat mengalami cekcok hingga korban berusaha mengusir tamunya tersebut.

Istri dari ketua RT, Mamnun, setempat yang tinggal tak jauh dari lokasi pembunuhan, bercerita kedua orang yang terakhir menginap di kamar kos korban terdiri dari laki-laki dan perempuan.

Menurutnya sang tamu pria disebut memiliki tato. Diperkirakan kedua teman CIP itu menginap selama 3-4 hari.



Mamnun mendapat laporan dari penjaga kos bahwa sempat ada keributan di antara mereka. Korban bahkan meminta bantuan Rofiq, penjaga kos, untuk mengusir tamu-tamunya itu.

"Mungkin karena ada ribut dikit, salah paham, lalu dia menyuruh Rofiq untuk meminta mereka meninggalkan rumah," ujat Mamnun, Selasa (20/11).

Meski sudah diusir, Mamnun berkata kedua tamu tadi bersikeras tidak ingin meninggalkan kamar kos korban.

Dari laporan penghuni kos lain, Mamnun menyampaikan CIP terakhir kali dlihat pada Sabtu (17/11) pagi. Ia memperkirakan kejadian mengerikan itu terjadi pada Sabtu malam.

"Kejadiannya kayanya malam Minggu. Soalnya Sabtu, anak-anak kos yang sebelahan dengan almarhumah masih melihat Sabtu pagi," imbuhnya.

Sebelumnya, mayat perempuan berinisial CIP berusia 22 tahun yang diduga korban pembunuhan ditemukan di dalam lemari rumah indekos kawasan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Jenazah ditemukan penjaga kos pada Selasa (20/11) sekitar pukul 13.20 WIB.

"Sementara kita sudah temukan dugaan tindak pidana pembunuhan dan nanti akan kita ungkap segera," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib setelah olah TKP, Selasa (20/11).

Andi mengatakan dari olah TKP pihaknya menduga aksi pembunuhan dilakukan beberapa hari sebelum jasad ditemukan. Namun, ia menjelaskan, waktu pasti kematian baru dapat diketahui setelah korban diotopsi.

Jenazah ditemukan pada siang saat dua penjaga kos mencurigai kamar korban, karena tercium bau bangkai yang menyengat.

"Saat pintu kamar terbuka, mereka tidak menemukan apapun, tapi saat mengecek asal bau dari dalam lemari pakaian menyengat, ditemukan mayat CIP sudah dalam keadaan membusuk," ujarnya. (bin/agr)