Susuri Ciliwung, Pangdam Minta Warga Tak Buang Sampah ke Kali

CNN Indonesia | Rabu, 21/11/2018 14:58 WIB
Susuri Ciliwung, Pangdam Minta Warga Tak Buang Sampah ke Kali Kodam Jaya melakukan kegiatan susur sungai Ciliwung dalam rangka antisipasi banjir di musim penghujan, 21 November 2018. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penglima Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya Mayor Jenderal Joni Supriyanto memimpin langsung penyusuran Sungai Ciliwung dari mulai Condet hingga Manggarai.

Untuk mengantisipasi banjir tahunan di Jakarta, Pangdam Jaya juga menyiagakan sekitar 2.500 personel untuk menghadapi ancaman banjir di wilayah DKI Jakarta

Joni Supriyanto mengatakan pihaknya menitikberatkan penanganan pada pendekatan ke masyarakat.


"Untuk mengurus banjir, kita ada 2.500 personel. Ada juga babinsa untuk memantau, terbagi sektor-sektornya. Utamanya meminta menjaga kebersihan lingkungan dan mempersiapkan masyarakat," ujar Joni saat ditemui di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).


Joni pun meminta warga Jakarta, khususnya yang tinggal di dekat sungai, untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Hal itu ia cetuskan usai menemui banyak tumpukan sampah di beberapa titik Ciliwung yang disusuri.

Selain itu, Kodam Jaya juga menyiapkan beberapa armada untuk membantu penanggulangan banjir.

"Ada escavator, hovercraft kapal yang tidak akan kandas karena baling-balingnya di atas, ada juga sampan tanpa mesin. Sudah kami plotting di tempat-tempat yang butuh bantuan," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah juga mengatakan pihaknya siap membantu Pemprov DKI Jakarta untuk menanggulangi banjir.

Bambang mengatakan pihaknya masih melakukan kajian untuk melanjutkan normalisasi Sungai Ciliwung yang terhenti sejak 2017.

Untuk penanganan jangka pendek, BBWSCC menyiagakan personel untuk penanganan banjir.

"Prabanjir ini kami sudah siapkan satgas, pengawasan banjir sudah disiapkan, alat-alat sudah disiapkan, dan juga peta rawan banjir kita siapkan. Intinya kami siap bantu Pemprov DKI," ujar Bambang.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim hujan diprediksi berlangsung pada hari sepuluh (dasarian) ketiga November 2018. Lalu, akan mencapai puncak pada Februari 2019.

BPBD DKI Jakarta merilis peta rawan banjir. Ada sekitar 109 titik yang rawan banjir di enam wilayah di Jakarta.

(dhf/kid)