Masa kampanye Pemilu 2019 akan berakhir pada 13 April dan pemungutan suara pada 17 April 2019.
"Tentang lakon wayang, jadi kalau jagoannya munculnya di akhir. Nah, di depannya itu kami dulu lah," kata Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan di Rumah Daksa, Jakarta Selatan, Rabu (22/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi lakonnya [SBY] munculnya di belakang," kata Hinca.
Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan, di Jakarta, Minggu (11/11). (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Kalau kita hitung dan kalau kami sebut bulan Maret, jatuhnya ke April tanggal 17 itu persisnya seperti itu. 45 hari tadi," ujar Hinca.
"Jadi biarkan Pak SBY muncul di saat yang tepat, hitung-hitungan kami maret itu," lanjutnya.
"Itu tidak berdasar. Kita bertemu secara teratur. Bicarakan berbagai hal secara konstruktif, produktif, dan strategis," tutur Eddy.
Sebelumnya, Gerindra dan Demokrat kembali diisukan mengalami perpecahan. Hal itu bermula Sekjen Gerindra Ahmad Muzani yang menagih janji SBY dan Agus Harimurti Yudhoyono untuk mengkampayekan Prabowo-Sandi.
SBY meminta Gerindra introspeksi diri. Wakil Sekjen Andi Arief menambahkan bahwa Prabowo-Sandi masih belum memenuhi janjinya untuk meningkatkan elektabilitas parpol-parpol pengusung.
(bmw/arh)
Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan, di Jakarta, Minggu (11/11). (