Prabowo Prihatin dengan Meme Pemuda Jadi Ojek 'Online'

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 00:02 WIB
Prabowo Prihatin dengan Meme Pemuda Jadi Ojek 'Online' Ilustrasi (Tim Prabowo Subianto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku sedih dengan realita yang terjadi dalam kehidupan anak muda Indonesia saat ini. Terlebih realita itu juga kini banyak menjadi bahan bercanda di internet melalui sebaran meme.

Meme yang dimaksud Prabowo adalah meme topi di mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga SMA, tapi setelah SMA topi nya berubah menjadi helm berwarna hijau yang biasa digunakan pengemdi ojek online.

"Saya sedih dengan realita yang ada, seperti di meme yang ada di internet terkait jalan karir anak muda di Indonesia, dari SD, SMP, SMA dan setelah lulus dia jadi ojek driver. Sedih tapi itulah realitas," kata Prabowo saat menyampaikan pidatonya di acara Indonesia Ecomic Forum di Hotel Shangri-La, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).


Dikatakan Prabowo, keinginannya selama ini adalah jalan karir anak bangsa yang sukses dan jauh dari apa yang digambarkan oleh meme itu. Dia ingin anak muda dapat memiliki masa depan lebih baik, misalnya kata dia menjadi seorang wirausaha atau bahkan teknisi hingga pemilik restoran.

"Ini adalah pasion saya. Dari dalam lubuk hati saya tidak merasa bahagia. Saya ingin anak muda di Indonesia berwirausaha jadi teknisi, jadi pilot atau punya restoran, punya cafe. Punya usaha sendiri, punya peternakan. Bukan cuma kuli," kata dia.

Oleh karena itu, dia pun memastikan bersama dengan Sandiaga Uno calon wakilnya di Pilpres 2019 mendatang dia akan memperjuangkan masa depan generasi penerus menjadi fokus utamanya.

"Saya kira Anda bisa memperhatikan bahwa itu memang fokus perjuangan kami. Justru kami tidak ingin gambar terakhir (meme soal ojek) itu langgeng. Kita ingin hilangkan gambar itu," katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyebut akan terus berjuang sebaik mungkin untuk menciptakan dan membuka pintu peluang usaha dan lapangan pekerjaan untuk masyarakyat Indonesia demi meningkatkan kualitas hidup dan pendidikan bagi anak-anak Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik.

"Itu adalah komitmen bagi kami untuk mengurangi kebocoran yang terjadi dalam ekonomi kita ini, kami ingin mengalihkan sumber daya kita yang hilang dan mempertahankan sumber daya ini, mencegah kebocoran, dan meningkatkan rasio pajak sehingga kita dapat memiliki dana dan sumber daya untuk mengalihkannya ke Indonesia Timur," tandasnya. (tst/eks)