Grace Natalie Penuhi Panggilan Polisi terkait Penistaan Agama

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 11:36 WIB
Grace Natalie Penuhi Panggilan Polisi terkait Penistaan Agama Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umun Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan sebagai saksi terlapor. Grace dilaporkan oleh Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) atas dugaan penistaan agama.
"Jadi sebagai warga negara yang baik, kami memenuhi undangan klarifikasi Polda Metro Jaya terkait laporan yang disampaikan oleh persatuan pekerja muslim yang kuasa hukumnya Bang Eggi Sudjana," ujar Grace di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (22/11).

Ia mengaku bakal menjelaskan duduk permasalahan terkait dugaan penistaan agama yang menimpanya tersebut. Grace mengaku bakal memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya kepada polisi.

"Kami siap ikuti semua proses dan kami siap ikuti aturan yang ada di Indonesia, kami akan memberikan keterangan yang jelas," tuturnya.


Dalam pemanggilan ini, Grace didampingi oleh Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP). Ia mengaku FAPP tidak terkait dengan partai manapun termasuk PSI.
"Mereka tidak partisan tidak terkait dengan PSI tapi hari ini (FAPP) meluangkan waktu untuk dampingi kami," ujar Grace.

PPMI melaporkan Grace atas dugaan penistaan agama lantaran dia sempat menyatakan partainya tidak akan pernah mendukung peraturan daerah (perda) yang berlandaskan agama. Sebab, ia menilai seharusnya perda didasari oleh ketentuan hukum, bukan sekadar aturan agama yang berlaku.

Laporan itu diterima dengan nomor LP/B/1502/XI/2018/BARESKRIM tertanggal 16 November 2018.
Grace mengaku merasa tidak terganggu dengan laporan tersebut. Menurut dia pidatonya itu menegaskan posisi partainya yang anti korupsi dan intoleransi.

"Jadi kami tidak khawatir, ini peneguhan dan penegasan kami akan komitmen dan nilai-nilai kami dalam politik," ucapnya.  (sah/dea)