Wiranto Heran Aksi Agama Bawa Muatan Politis

CNN Indonesia | Jumat, 23/11/2018 03:20 WIB
Wiranto Heran Aksi Agama Bawa Muatan Politis Wiranto kritik aksi bela agama yang membawa pesan politis. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengaku heran dengan banyaknya aksi demonstrasi yang bernuansa agama namun ditunggangi oleh kepentingan politis. Hal itu ia sampaikan merespons berbagai aksi-aksi bela tauhid yang digelar beberapa waktu lalu.

"Jangan dikit-dikit demo, teriak-teriak ujung-ujungnya ditunggangi pihak lain. Yang maunya demo agomo (agama) malah teriak-teriak politik," kata Wiranto saat berpidato di acara Rakornas Pelaksanaan Pemilu 2019 di kawasan, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (22/11).

Mantan Panglima ABRI itu lantas menganjurkan massa aksi tak perlu memasukan unsur politis apabila melakukan demonstrasi dengan tujuan membela agama. Sebab, demo-demo tersebut justru berujung pada ajakan menjatuhkan pemerintahan dibawah Presiden Joko Widodo yang sah saat ini.




"Dia bilang mau demo aqidah, tapi teriak-teriak naik mobil dukung pasangan ini, dukung pasangan ini, jatuhkan, jatuhkan turunkan Pak Jokowi, malah demo politik," kata dia.

Selain itu, Wiranto mengatakan massa aksi demo yang kerap terjadi di Indonesia saat ini banyak yang kerap mengganggu kepentingan dan hak orang lain. Bahkan, ia membandingkannya dengan aksi demo yang terjadi di luar negeri yang berlangsung tertib bahkan dijadikan sebagai event tahunan yang mendatangkan turis.

"Nah coba kalau turis turis asing liat demo di Indonesia? berani enggak kaya gitu? kalau ngga diijek-injek," canda Wiranto.



Wiranto pun menyarankan agar masyarakat gak perlu bersusah payah menyuarakan aspirasinya kepada pemerintah melalui aksi jalanan. Ia mengatakaan pemerintah, terutama pihak Kemenko Polhukam selalu membuka ruang dialog langsung bagi masyarakat untuk memperjuangkan aspirasinya.

"Perwakilan saja datang ke Kemenko Polhukam akan diterima. Kalau bicara baik-baik maunya apa. Kita mengedepankan secara bermusyawarah," kata dia.

Teranyar, aksi dengan instrumen bendera berkalimat tauhid terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Ratusan orang membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid dan menggelar aksi di depan Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Mapolda Jatim).

Wiranto Heran Aksi Agama Bawa Muatan PolitisAksi Bela Tauhid (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)


Aksi ini mereka lakukan untuk mendampingi Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, yang sedang menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan ujaran kebencian (hate speech) dan pencemaran nama baik melalui video terhadap Nahdlatul Ulama, kiai dan Banser.

Koordinator aksi, Muhammad Naufal mengatakan aksi ini merupakan bentuk solidaritas umat untuk mengawal Gus Nur. Ratusan orang itu, kata dia, terdiri dari gabungan berbagai ormas Islam di Surabaya, yang dikoordinasi oleh Front Pembela Islam (FPI) Surabaya.

"Ini kegiatan spontanitas kami, kami bergerak secara mandiri, untuk mengawal kasus yang menimpa Gus Nur," kata koordinator aksi Muhammad Naufal di depan Mapolda Jatim, Kamis (22/11).

Gus Nur dilaporkan oleh Forum Pembela Kader Muda Nahdlatul Ulama ke Polda Jatim pada September 2018. Gus Nur dilaporkan karena diduga telah menghina Nahdlatul Ulama dan Banser melalui video berdurasi satu menit 26 detik yang telah diunggah di media sosial tersebut.

Dalam laporannya tersebut, Forum Pembela Kader Muda NU menyerahkan barang bukti berupa satu keping CD (Compact Disc) yang berisi video yang menghina kaum NU. (ain)