Dahnil Anzar Penuhi Panggilan Polisi soal Kasus Kemah Pemuda

CNN Indonesia | Jumat, 23/11/2018 11:00 WIB
Dahnil Anzar Penuhi Panggilan Polisi soal Kasus Kemah Pemuda Ketua PP Pemuda Muhamadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak memenuhi panggilan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penyimpangan dana kemah dan apel pemuda Islam, 23 November 2018. (CNN Indonesia/Setyo Aji Harjanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak memenuhi panggilan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penyimpangan dana kemah dan apel pemuda Islam yang dilaksanakan anggaran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun 2017.

Pria yang juga menjabat sebagai juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini tiba di lokasi sekitar pukul 10.19 WIB. Dia mendatangi markas polisi tersebut guna diperiksa sebagai saksi.

"Yang jelas katanya mau diperiksa terkait dengan kegiatan yang diinisiasi oleh kemenpora kegiatan itu diinisiasi kemenpora dengan melibatkan GP Ansor dengan Pemuda Muhammadiyah. Cuma itu. Saya tidak tahu lebihnya apa," ujar Danhil di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (23/11).



Danhil datang bersama dengan Ketua Panitia Kegiatan dari Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani. Dia juga didampingi tiga orang berpakaian loreng dari Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM).

Sebelumnya, terkait kasus ini, pada Senin (19/11), Ditreskrimsus Polda Metro Jaya memanggil tiga saksi untuk diperiksa. Mereka adalah Ahmad Fanani selaku ketua kegiatan dari Pemuda Muhammadiyah, Abdul Latif dari Kemenpora, dan Safarudin selaku ketua kegiatan dari GP Ansor.

Dari tiga orang yang dipanggil hanya Fanani yang tidak memenuhi panggilan.

Kasus dugaan korupsi kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia ditindaklanjuti setelah kepolisian menerima sejumlah laporan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia berlangsung di Cibubur, Jakarta Timur. Acara tersebut diinisiasi oleh Kemenpora dan Pemuda Muhammadiyah.

"Ada beberapa laporan makanya Polda langsung membuat surat perintah penyelidikan," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/11).

(SAH/kid)