Dahnil Klaim Belum Terima Surat Panggilan Kasus Apel Pemuda

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 16:57 WIB
Dahnil Klaim Belum Terima Surat Panggilan Kasus Apel Pemuda Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Aznar Simanjuntak, di Jakarta, Jumat (26/10). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku belum menerima surat panggilan dari Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penyimpangan anggaran kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia yang dilaksanakan Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun anggaran 2017.

"Saya belum lihat suratnya," kata Dahnil kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/11).

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini mengaku akan mengecek lebih dahulu soal surat panggilan tersebut. Dia tak memberikan tanggapan lebih lanjut terkait penyelidikan dugaan penyimpangan anggaran kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia di tengah kontestasi Pilpres 2019.


"Nanti saya cek dulu," ujar Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi ini.

Sebelumnya, Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berencana memanggil Dahnil terkait kasus dugaan penyimpangan anggaran kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia tahun anggaran 2017. Dahnil bakal dipanggil Jumat (23/11) besok sebagai saksi.

"Ada panggilan Ketua Pemuda Muhammadiyah Pak Danhil dan Ahmad Fanani Ketua Panitia Kegiatan Kemah Pemuda Islam," ujar Kasubdit Tipikor Ditkrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendarwan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Adi Deriyan mengatakan kasus dugaan korupsi ini masih berstatus penyelidikan. Maka itu dia belum dapat menyampaikan siapa saja yang pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

Kasus dugaan korupsi kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia ditindaklanjuti setelah kepolisian menerima sejumlah laporan. Kegiatan kemah dan apel itu berlangsung di Cibubur, Jakarta Timur. Acara tersebut diinisiasi oleh Kemenpora dan Pemuda Muhammadiyah.

(fra/arh)