Pengemudi Ojek soal Prabowo: 'Arek-arek Suroboyo' Sakit Hati

CNN Indonesia | Sabtu, 24/11/2018 13:31 WIB
Pengemudi Ojek soal Prabowo: 'Arek-arek Suroboyo' Sakit Hati Demo pengemudi ojek online tuntut Prabowo minta maaf di Surabaya. (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia -- Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Kota Surabaya menuntut Prabowo Subianto untuk meminta maaf terkait pernyataannya soal pemuda dan tukang ojek. 

Sebelumnya, capres nomor urut 02 itu yang mengaku miris banyaknya pemuda Indonesia yang memilih menjadi pengemudi ojol selepas lulus SMA.

Bagi mereka pernyataan pasangan calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno itu telah mendiskreditkan profesi ojol. 


"Kami menuntut Prabowo agar meralat pernyataannya dan meminta maaf kepada kami semua," kata Koordinator Aksi ini dan Ketua Komunitas Peduli Ojek Online Surabaya, Eko Wahono saat aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (24/11).

Eko menambahkan pilihan menjadi pengemudi ojol adalah sebuah pekerjaan yang mulia. Pasalnya, selain bisa menjadi lahan menafkahi keluarga, ojol juga berjasa bagi solusi permasalahan pengentasan pengangguran dan meningkatnya perekonomian Indonesia.


Salah satu contohnya yakni layanan delivery yang menurut Eko sangat memberikan dampak positif terhadap UMKM di sektor usaha makanan. Selama ini, kata dia, UMKM di Surabaya merasa sangat terbantu dengan keberadaan ojol sebagai pengantar pesanannya.

"Keberadaan kita membuat semua happy, UMKM juga happy," kata dia.

Atas dasar itu, Eko mengklaim pernyataan Prabowo telah mencederai apa yang selama ini diperjuangkan oleh pengemudi ojol di Surabaya dan seluruh Indonesia.

"Kami sakit hati, arek-arek Suroboyo sakit hati," tambahnya.

Eko kemudian berpesan para tokoh nasional harusnya bisa menempatkan kepentingan masyarakat banyak seperti ojol lebih tinggi ketimbang kepentingan politiknya. Ia juga berpesan agar tokoh nasional memikirkan regulasi yang pro pada kesejahteraan pengemudi ojol dan taksi online.


Sebelumnya, Prabowo menyinggung banyaknya generasi muda yang bekerja sebagai ojek online. Pernyataan Prabowo tersebut kemudian menjadi polemik.

"Saya sedih dengan realita yang ada, seperti di meme yang ada di internet terkait jalan karir anak muda di Indonesia, dari SD, SMP, SMA dan setelah lulus dia jadi ojek driver. Sedih tapi itulah realitas," kata Prabowo saat menyampaikan pidatonya di acara Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri-La, Jakarta Selatan, Rabu lalu.

Dikatakan Prabowo, keinginannya selama ini adalah jalan karir anak bangsa yang sukses dan jauh dari apa yang digambarkan oleh meme itu. Dia ingin anak muda dapat memiliki masa depan lebih baik, misalnya kata dia menjadi seorang wirausaha atau bahkan teknisi hingga pemilik restoran.

"Ini adalah passion saya. Dari dalam lubuk hati saya tidak merasa bahagia. Saya ingin anak muda di Indonesia berwirausaha jadi teknisi, jadi pilot atau punya restoran, punya cafe. Punya usaha sendiri, punya peternakan. Bukan cuma kuli," kata dia.

(frd/DAL)