Jakarta Bisa Tenggelam, Menteri PUPR Dorong Bangun Tanggul

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 04:22 WIB
Jakarta Bisa Tenggelam, Menteri PUPR Dorong Bangun Tanggul Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, di kantor Presiden, Jakarta, Senin (22/6). (Dok. Sekretariat Negara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono membenarkan bahwa Jakarta bisa tenggelam. Lantaran itu, ia menyarankan pembangunan tanggul raksasa di Teluk Jakarta.

Hal ini dikatakannya menanggapi pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto soal Jakarta yang bisa tenggelam pada 2025 dalam Indonesian Economic Forum, beberapa waktu lalu.

"Saya kan pernah bilang dulu, [pesisir Jakarta] 15 tahun lagi akan tenggelam. Kita harus bikin tanggul," kata Basuki, di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (21/11).


Sebelumnya, Prabowo menyatakan air dari pesisir Jakarta bisa sampai di pusat kota akibat perubahan iklim dunia yang bisa dirasakan Indonesia. Permukaan air laut semakin naik karena mencairnya es di Ktub Utara yang diperkirakan mencapai 50 cm per tahun.

Sementara itu, Basuki mengatakan Bundara HI bisa tergenang akibat seluruh sungai di Jakarta tidak bisa mengalir ke laut apabila kecepatan penurunan tanah mencapai 10-13 cm per tahun.

Berdasarkan data Direktorat Pengairan dan Irigasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), penurunan permukaan tanah Jakarta pada Februari 2018 bahkan mencapai 18 cm akibat beban bangunan gedung dan pengambilan air tanah yang tak terkontrol.

Guna mencegah hal itu, kata Basuki, pemerintah membuat kebijakan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang rencana awalnya dibangun Juli 2016 tapi hingga kini belum direalisasikan.

"Jadi bukan untuk banjir, tapi penanggulangan lingkungan, dengan penurunan 10-12 cm per tahun itu, 15 tahun lagi, itu semua sungai tidak bisa mengalir, makanya harus bikin tanggul," tutur Basuki.

Kajian NCICD telah diberikan Bappenas kepada Presiden Jokowi sejak tahun lalu. Bappenas mengusulkan pembangunan tanggul pantai di sepanjang wilayah kerap terdampak banjir rob sebelum membangun tanggul laut.

Pembangunan tanggul pantai ini diyakini dapat menanggulangi banjir rob hingga 10 tahun ke depan. Nantinya, pemerintah akan mengevaluasi penerapan tanggul pantai setelah lima tahun rampung dibangun.

Namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana untuk mengkaji ulang pembangunan tanggul raksasa atau giant sea wall itu karena menganggapnya akan membuat Jakarta menjadi "kobokan raksasa".

(chri/arh)