Soal Boyolali dan Ojol, Relawan Jokowi Bakal Laporkan Prabowo

CNN Indonesia | Minggu, 25/11/2018 10:11 WIB
Soal Boyolali dan Ojol, Relawan Jokowi Bakal Laporkan Prabowo Prabowo Subianto (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Relawan pendukung Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo bakal melaporkan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ke sejumlah lembaga karena ucapannya dinilai merendahkan dan memecah belah masyarakat.

Diketahui, relawan yang menamai diri mereka Gerakan Nasional Rakyat Bersama Jokowi (GNRBJ) terdiri dari 12 elemen masyarakat. Koordinator GNRBJ Adi Kurniawan mengatakan ucapan Prabowo yang dimaksudnya adalah soal 'tampang Boyolali' dan sindiran soal profesi ojek online.

"Kami akan laporkan ini bagian politik pecah belah salah satunya berkaitan dengan ujaran kebencian," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (24/11).



Sebelumnya, pernyataan Prabowo yang menyoroti banyaknya pemuda yang setelah lulus SMA memilih berkarier menjadi pengemudi ojek, menimbulkan banyak komentar bernada negatif. 

Selain itu, Pernyataan soal "tampang Boyolali' yang disampaikan oleh Prabowo memicu polemik. Puluhan ribu orang yang tergabung dalam Forum Boyolali Bermartabat mempermasalahkan pernyataan tersebut. Mereka melakukan aksi protes terhadap pernyataan Calon Presiden Nomor Urut 2 tersebut. 

Adi menyatakan pihaknya bakal melaporkan Prabowo ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Polda Metro Jaya, dan Badan Reserse Kriminal Polri. Hanya saja, terkait tanggal, ia masih akan mendiskusikannya dengan pihaknya.

"Mungkin akan diskusikan dulu dengan teman-teman, dalam waktu dekat mungkin minggu depan," ucap dia.

Ia menyebut dalam pelaporan itu pihaknya juga bakal membawa sejumlah bukti berupa rekaman, dan kutipan berita yang memuat pernyataan Prabowo. 

"Mungkin dari bukti-bukti pernyataan beliau,"ucapnya.

Tuntut Prabowo Mundur Sebagai Capres

Selain itu, Adi mengatakan pihaknya juga bakal menuntut Prabowo untuk mundur sebagai calon presiden. Menurut dia dengan pernyataan-pernyataannya itu Prabowo tidak layak menjadi capres.

Seorang capres, kata Adi, seharusnya memberikan solusi atas permasalahn bangsa, bukan melontarkan kritik-kritik dan ucapan yang memecah belah masyarakat.

"Lebih baik mundur karena tidak layak menjadi calon presiden," ucap Adi.

(sah/chs)