Erick Tohir: Diksi 'Tabok' Jokowi Tak Berarti Marah

CNN Indonesia | Selasa, 27/11/2018 23:41 WIB
Erick Tohir: Diksi 'Tabok' Jokowi Tak Berarti Marah Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Tohir (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir membela pernyataan Presiden Joko Widodo soal pilihan kata (diksi) 'tabok' dan 'sontoloyo' yang dilontarkannya beberapa waktu lalu.

Erick menilai, Jokowi tak berlebihan dan tak berniat untuk marah kepada pihak mana pun ketika mengungkapkan hal tersebut

"Saya rasa wajar, dan ini bukan beliau mau jadi suka marah-marah. Beliau menyampaikan, kan, cara menyampaikannya beliau, sabar, sabar, tapi masa enggak boleh ngomong," kata Erick di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (27/11).


Erick menilai, pernyataan itu dilontarkan Jokowi untuk meluapkan kegelisahan hatinya yang lama terpendam untuk diklarifikasi kepada publik.


Sebab, selama ini Jokowi kerap kali ditimpa isu kabar bohong soal PKI maupun antek asing ketika menjabat sebagai presiden.

Bagi Erick, pernyataan Jokowi itu merupakan bentuk perlawanan 'seekor semut' bila diganggu secara terus menerus akan melawan balik dengan cara 'menggigit'.

"Beliau hanya menyampaikan isi hati beliau, bahwa ya kalau dizalimi mesti menjawab dong. Ibarat semut, coba kalau diinjak saja gigit, coba tangkap tikus di pojokan ngelawan enggak," kata Erick.


Erick pun membantah apabila ada anggapan bahwa Jokowi lebih menggunakan 'politik kompor' ketimbang adu gagasan ketika menyerang lawan-lawan politiknya. Pihaknya, kata dia, tetap mengedepankan adu gagasan ketimbang adu nyinyir antar-sesama timses di kampanye PIlpres 2019.

"Enggak lah. Kalau dibilang kompor, ya gimana ya, orang yang sabar dituduh PKI. Dan masyarakat cukup percaya 9 juta, masa didiamkan. Kasihan gitu, dan saya melihat ini sesuatu yang bagus," pungkas Erick. (rzr/asr)