Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi mengatakan bahwa tengah terjadi pergeseran tren penyelundupan narkotika untuk saat ini. "Sindikat yang sekarang giat-giatnya menyelundupkan narkotika itu sindikat Myanmar," kata dia dalam konferensi pers di Gedung Keuangan, Medan, Sumatera Utara, Rabu (28/11).
Fakta terkait sindikat asal Myanmar itu tak cuma ditemukan di Indonesia, tapi juga Malaysia dan sejumlah negara di Asia Tenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tercatat, pada tahun 2018, Kastam Diraja Malaysia berhasil menggagalkan pengiriman 1,2 ton sabu-sabu ke Indonesia dan 300 kilogram sabu-sabu ke Filipina.
Jumlah Tangkapan Penyelundupan Narkoba Meningkat
Dalam kurun waktu awal tahun hingga Oktober 2018, Bea Cukai RI berhasil menggagalkan penyelundupan 2,9 ton jenis sabu. Angka ini jauh melampaui jumlah tangkapan selama 2017 sebanyak 2,1 ton.
"Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi sasaran penjualan sabu dari sindikat internasional," ujar Heru.
Untuk mengantisipasi penyelundupan lainnya, Bea Cukai terus memperkuat koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, dan TNI. Mereka juga meningkatkan kerja sama dengan Kastam Diraja Malaysia dan beberapa lembaga bea cukai di negara lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Timbalan Ketua Pengarahan Kastam Diraja Malaysia, Datok Sri Zulkifli, mengatakan bahwa pihaknya akan terus bekerja sama dengan negara-negara ASEAN, terutama Indonesia, untuk memberantas penyelundupan narkoba dan barang ilegal lainnya. Pintu-pintu ke luar wilayah negara akan diperketat.
"Kami akan meminta negara-negara ASEAN untuk melakukan kerja sama lebih kuat lagi untuk mengatasi masalah narkoba ini," pungkasnya. (fnr/asr)