Bukan Taiwan dan China, Sindikat Narkoba Anyar dari Myanmar

CNN Indonesia | Kamis, 29/11/2018 06:27 WIB
Bukan Taiwan dan China, Sindikat Narkoba Anyar dari Myanmar Ilustrasi penangkapan narkoba jenis sabu (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sindikat narkotika asal Myanmar kini tengah gencar menyelundupkan sabu-sabu ke berbagai negara. Taiwan dan China tak lagi dikenal sebagai kawasan tempat 'bersembunyinya' sindikat narkotika.

Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi mengatakan bahwa tengah terjadi pergeseran tren penyelundupan narkotika untuk saat ini. "Sindikat yang sekarang giat-giatnya menyelundupkan narkotika itu sindikat Myanmar," kata dia dalam konferensi pers di Gedung Keuangan, Medan, Sumatera Utara, Rabu (28/11).

Fakta terkait sindikat asal Myanmar itu tak cuma ditemukan di Indonesia, tapi juga Malaysia dan sejumlah negara di Asia Tenggara.


"Malaysia juga mengalami yang sama, termasuk hampir semua negara di ASEAN," ujar Heru.


Tercatat, pada tahun 2018, Kastam Diraja Malaysia berhasil menggagalkan pengiriman 1,2 ton sabu-sabu ke Indonesia dan 300 kilogram sabu-sabu ke Filipina.

Penemuan itu didapatkan dari kerja sama antara Bea Cukai dengan Badan Narkotika Nasional, Polri, dan TNI. Turut pula kerja sama dengan bea cukai beberapa negara lainnya.

Jumlah Tangkapan Penyelundupan Narkoba Meningkat

Dalam kurun waktu awal tahun hingga Oktober 2018, Bea Cukai RI berhasil menggagalkan penyelundupan 2,9 ton jenis sabu. Angka ini jauh melampaui jumlah tangkapan selama 2017 sebanyak 2,1 ton.

"Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi sasaran penjualan sabu dari sindikat internasional," ujar Heru.


Untuk mengantisipasi penyelundupan lainnya, Bea Cukai terus memperkuat koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, dan TNI. Mereka juga meningkatkan kerja sama dengan Kastam Diraja Malaysia dan beberapa lembaga bea cukai di negara lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Timbalan Ketua Pengarahan Kastam Diraja Malaysia, Datok Sri Zulkifli, mengatakan bahwa pihaknya akan terus bekerja sama dengan negara-negara ASEAN, terutama Indonesia, untuk memberantas penyelundupan narkoba dan barang ilegal lainnya. Pintu-pintu ke luar wilayah negara akan diperketat.

"Kami akan meminta negara-negara ASEAN untuk melakukan kerja sama lebih kuat lagi untuk mengatasi masalah narkoba ini," pungkasnya. (fnr/asr)