Diduga Edarkan Sabu, Oknum Polisi di Simalungun Ditangkap

CNN Indonesia | Jumat, 23/11/2018 23:20 WIB
Diduga Edarkan Sabu, Oknum Polisi di Simalungun Ditangkap Ilustrasi (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aiptu Syamsul Purba (46) tak bisa berkutik saat ditangkap di rumahnya di Huta IV, Nagori Marihat Bandar, Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Anggota polisi dari Sat Sabhara Polres Simalungun ini diduga menjadi pengedar narkotika jenis sabu.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan Aiptu Syamsul Purba kedapatan menyimpan dan diduga mengedarkan narkoba jenis sabu di lingkungan tempat tinggalnya.

"Tersangka ditangkap oleh personel Polsek Perdagangan atas tindak pidana penyalahgunaan narkoba yang diduga jenis metamfetamin atau sabu," kata Tatan kepada wartawan, Jumat (23/11).


Tatan menjelaskan, penangkapan dilakukan pada Rabu (21/11) pukul 13.30 WIB setelah polisi mendapat informasi bahwa di rumah Syamsul Purba sedang terjadi transaksi narkotika jenis sabu.

"Selanjutnya dilakukan pengamanan terhadap pelaku di depan rumahnya. Kemudian saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti narkoba dari dalam kamarnya," jelas Tatan.

Tatan memaparkan bahwa barang bukti yang ditemukan, berupa 1 buah bong, 1 paket besar diduga berisi sabu seberat 5 gram dibungkus plastik bekas es krim, 5 plastik klip ukuran kecil diduga berisi sabu di mana masing-masing seberat 0,6 gram.

"Kemudian 36 plastik klip ukuran kecil kosong, 1 kaca pirex, 4 buah pipet ukuran kecil, 1 buah sendok/sekop orange, 2 mancis, uang Rp 100 ribu diduga hasil penjualan sabu, 1 HP vivo hitam, 2 tas kecil, serta 1 bungkus permen Doublemint," urainya.

Tatan menyebutkan, penangkapan terhadap Syamsul ini sudah dilengkapi oleh Laporan Polisi (LP) dengan nomor LP/20/XI/2018/Simal-Dagang, pada tanggal 21 Nopember 2018 oleh pelapor atas nama Aiptu Budi P Simanjuntak (43).

"Adapun para saksi berjumlah 5 orang polisi. Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan ke Polsek Perdagangan untuk dilakukan proses lebih lanjut," ujarnya.

Lanjut Tatan, kepada penyidik Syamsul mengaku membeli narkotika jenis sabu tersebut dari seorang laki-laki yang namanya tidak diketahui di Lapas Tanjung Gusta Medan.

"Untuk tindak lanjut akan dilakukan pengembangan," tandasnya. (fnr/eks)