Dua Orang Hilang Saat Ratusan Mahasiswa Papua Diangkut Polisi

CNN Indonesia | Minggu, 02/12/2018 18:09 WIB
Dua Orang Hilang Saat Ratusan Mahasiswa Papua Diangkut Polisi Ilustrasi. Asrama mahasiswa Papua di Surabaya. (CNN Indonesia / LBH Surabaya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua orang mahasiswa non-Papua di duga hilang sejak Minggu (2/12) dini hari, saat ratusan mahasiswa di Asrama Mahasiswa Papua digelandang ke Mapolrestabes Surabaya. Keduanya adalah Fachri Syahrazad dan Arifin.

Ketua Front Mahasiswa Nasional (FMN) Azizul Amri mengatakan berdasarkan keterangan saksi pihaknya, saat kejadian itu Fachri diduga diseret oleh seorang pria yang diduga sebagai aparat berpakaian preman. Saat itu Fachri hendak pulang dan sudah menaiki sepeda motornya.

"Saksi kami yang pada saat itu juga sedang berada di Asrama Papua menyaksikan Fachri ditarik oleh orang berpakaian preman yang diduga adalah aparat kepolisian," kata Azizul saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Minggu, (2/12).



Dia menduga penangkapan ini dilakukan tanpa dasar. Sebab menurutnya, polisi tidak menunjukkan surat tugas. Rekan satu organisasinya yang mengetahui hal itu, kemudian mencari keberadaan Fachri di sekitar lokasi.

"Barang-barang Fachri ditemukan di Asrama Papua, ponselnya terakhir dapat dihubungi pada pukul 00.40 WIB dini hari," kata dia.

Beberapa menit kemudian, kata Azizul, salah seorang kawannya menyisir kawasan tersebut untuk mencari keberadaan Fachri. Namun setelah dilakukan penyisiran pada pukul 1.15 WIB, Fachri tidak juga ditemukan.

Selain Fachri, mahasiswa yang juga diduga hilang adalah Arifin, mahasiswa Universitas Surakarta, Solo. Saat itu, kata Azizul, Arifin dan kawan-kawan lainnya sedang piket berjaga di Asrama Papua.

"Berjaga jika terjadi apa-apa terhadap kawan-kawan Papua, mengingat tingginya intensitas persekusi terhadap mahasiswa Papua Surabaya dalam dua tahun terakhir," katanya.

"Arifin kemudian hilang selang beberapa saat setelah Fachri hilang. Hingga saat ini, keberadaan Arifin belum bisa di konfirmasi," kata dia.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, keduanya diamankan di Mapolrestabes Surabaya. Fachri dan Arifin rencanya juga akan dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

Menaggapi hal itu, Kabid Humas Polda Jatim Komisaris Besar Frans Barung Mangera membantah bahwa pihak kepolisian telah menangkap kedua mahasiswa tersebut.

"Kami menyatakan (dua mahasiswa tersebut) bukan hilang, tapi menghilangkan diri," kata Barung di Mapolda Jatim.

Kendati demikian, Barung menduga informasi terkait hilangnya Fachri dan Arifin sengaja dihembuskan sejumlah pihak untuk memprovokasi.

"Itu dihembuskan dengan maksud supaya membentuk opini bahwa pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini aparatur yang menangani kejadian kemarin ini melakukan hal-hal yang tidak terpuji," kata dia.

Sebelumnya, pihak Polrestabes Surabaya menggelandang 233 orang mahasiswa yang berada di Asrama Mahasiswa Papua di Kalasan, Tambaksari Surabaya pada Minggu (2/12) dini hari, dengan alasan kemanan.
(frd/pmg)