Tudingan Kampanye di Reuni 212, BPN Minta Bawaslu Adil

CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 04:17 WIB
Tudingan Kampanye di Reuni 212, BPN Minta Bawaslu Adil BPN Prabowo Subianto meminta Bawaslu cermat menilai tudingan kampanye terselubung di Reuni 212. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bisa bersikap lebih adil. Ini kabar yang menyebut pihak Bawaslu melihat kemungkinan pelanggaran kampanye dalam gelaran aksi reuni akbar 212 yang digelar di Monas pada Minggu (2/12).

"Ya cobalah Bawaslu urus lah yang benar, jangan berat sebelah," kata Andre saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (3/12).

Menurut Andre, alih-alih meributkan seruan Rizieq Shihab soal larangan memilih calon presiden dari partai penista agama, akan lebih baik jika Bawaslu mengurusi kepala daerah yang secara terang-terangan mendeklarasikan diri mendukung paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.




Apalagi kata dia, jelas sekali dari rekaman yang beredar, sejumlah kepala daerah itu melakukan deklarasi dengan masih mengenakan seragam dinas lengkap.

"Ya Bawaslu urus dulu lah itu kepala dinas yang (dukung) Jokowi, deklarasi pakaian mereka dinas, bajunya yang lengkap itu, malah yang itu yang jelas pelanggaran gak dihukum, engga diproses. Bagaimana toh," kata Andre.

Tak hanya itu, Andre juga menjelaskan seruan yang disampaikan Rizieq Shihab dari rekaman telepon yang disiarkan di acara reuni 212 itu posisinya jelas bukan kampanye. Seruan itu kata Andre murni disampaikan oleh warga negara yang memiliki hak berdemokrasi.



"Loh, memang Habib timses? Bukan kok, dia posisinya warga negara biasa yang punya pandangan politik. Sah, sah saja," katanya.

"Yang pasti itu kan salah satu seruan orang, masyarakat. Habib bukan anggta BPN paslon, plus dia itu punya hak berdemokrasi," katanya.



Lebih lanjut dikatakan Andre, sikap Bawaslu yang seolah membesar-besarkan pernyataan Rizieq ini justru menunjukan bahwa Bawaslu menunjukan kecenderungan sikap berat sebelah terhadap kedua pasangan yang tengah bertarung merebutkan kursi presiden hingga 2019 mendatang.

"(Berat sebelah) ya, iyalah. Tapi biarlah masyarakat yang menilai," kata dia.

Sebelumnya, Bawaslu menduga ada pelanggaran kampanye pilpres dan pileg dalam Reuni Aksi 212. Hal ini terkait seruan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di acara tersebut.

Di tengah penyelenggaraan Reuni Aksi 212, rekaman yang memuat ceramah Rizieq diputar di tengah massa. Rizieq menyatakan haram memilih capres dan caleg yang diusung oleh partai pendukung penista agama.

"Ada dugaan melanggar, karena (peraturannya) tidak boleh menghina atau melakukan fitnah terhadap peserta pemilu yang lain," kata anggota Bawaslu Rahmat Bagja kepada CNNIndonesia.com, Minggu (2/12). (tst/ain)